Buat Rinov/Pitha dan Adnan/Mychelle, ini akan menjadi turnamen keempat selama lima minggu terakhir

Jakarta () – Pelatih ganda campuran Indonesia Nova Widianto mengungkapkan bahwa meski kondisi anak-anak asuhnya belum 100 persen bugar, namun tim bulu tangkis Indonesia siap tempur dalam turnamen level Super 500 Korea Open pada 5-10 di Palma Indoor Stadium, Suncheon.

Nova menuturkan bahwa kondisi tim belum sepenuhnya bugar setelah melakoni dua hingga tiga turnamen Eropa dalam lima pekan terakhir. Kondisi makin diperparah dengan perbedaan zona waktu dari Eropa ke Asia, yang membuat tim pelatih harus pintar menyiasati menu latihan yang diberikan.

“Buat Rinov/Pitha dan Adnan/Mychelle, ini akan menjadi turnamen keempat selama lima minggu terakhir. Tiga di nya di Eropa. Cukup melelahkan memang, tapi mereka dalam kondisi siap tempur,” ucap Nova dalam keterangan tertulis PBSI, Senin.

Ia juga mengakui bahwa porsi latihan menjelang Korea Open 2022 juga tidak maksimal sehingga tim pelatih hanya fokus memberikan menu latihan yang dapat menjaga kondisi para pemain agar tidak terlalu menurun.

Selain itu, Nova mengatakan bahwa dirinya juga berupaya untuk mengembalikan kepercayaan diri anak asuhnya setelah hasil kurang memuaskan pada tur Eropa.

“Semoga di Korea ini mereka bisa berbicara lebih banyak. Untuk kendala ada di masalah jetlag setelah dari Eropa, jam tidurnya terganggu karena perbedaan waktunya lumayan signifikan di sini,” tutur dia.

Sementara itu, Irwansyah yang mendampingi tim tunggal putra mengatakan bahwa persiapan Jonatan Christie dan kolega untuk Korea Open 2022 sudah baik. Dia berharap pemainnya bisa bermain maksimal.

“Persiapan Jojo (Jonatan Christie), Ginting (Anthony Sinisuka Ginting), dan Vito (Shesar Hiren Rhustavito) sudah bagus. Kami terus menjaga fokusnya dan juga fisiknya agar tetap stabil. Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat. Semoga di sini semua bisa bermain semaksimal mungkin,” ucap Irwansyah.

Baca juga: Kebersamaan tim penguat Fikri jalani puasa di Korea

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © 2022