Nusa Dua () – Sebagai bentuk apresiasi kepada timnas bulu tangkis Indonesia peraih Piala Thomas di Denmark, BNI sebagai sponsor utama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyerahkan hadiah berupa dana pembinaan sebesar Rp5 miliar di Bali, Minggu.

Dalam penyerahan yang berlangsung secara tertutup setelah ajang Indonesia Masters ini, dihadiri seluruh anggota tim putra bulu tangkis Indonesia dengan membawa Piala Thomas ke dalam acara.

"Saya mewakili tim Thomas kali ini mengucapkan terima kasih ke pak ketua umum yang selalu mendukung kami dan juga untuk sponsor. Semoga Piala Thomas bisa bertahan dalam waktu lama di Indonesia ke depannya," kata Hendra Setiawan selaku Kapten Piala Thomas dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna turut mengapresiasi langkah dan komitmen BNI yang proaktif mengalokasikan dana pengembangan bagi bulu tangkis Indonesia.

"Tidak ada satu sektor pun yang bisa besar tanpa pendanaan. Kami berterima kasih kepada sponsor utama atas dukungannya kepada PBSI," Agung menuturkan.

Kemenangan tim bulu tangkis Indonesia dalam perebutan Piala Thomas 2020 di Denmark adalah pencapaian yang begitu membanggakan dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Piala kejuaraan bulu tangkis beregu putra dunia ini akhirnya kembali ke Tanah Air setelah bernaung di negara lain selama 19 tahun.

Baca juga: Piala Thomas itu akhirnya pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi

Pada babak final Piala Thomas, Indonesia mengantongi kemenangan 3-0 atas tim kuat China lewat Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Jonatan Christie.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar ikut merasakan suka cita dan kegembiraan yang dirasakan oleh tim bulu tangkis Indonesia.

"Tentunya raihan ini merupakan hasil dari perjuangan pebulu tangkis terbaik dan berhasil membuktikan bahwa Indonesia tangguh dan bermental juara," kata Royke.

Baca juga: Kalangan bulu tangkis nasional berduka atas wafatnya Verawaty
Baca juga: Coach Nova sebut penampilan Praveen/Melati tidak nasionalis
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © 2021