Jakarta () – Pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark, Anders Antonsen lolos ke babak semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2021 setelah lawannya, yaitu Lee Zii Jia mengalami cedera dan mundur saat pertandingan memasuki gim ketiga, Jumat.

Pertemuan yang terjadi di Huelva, Spanyol ini, harus berakhir dengan skor 12-21, 21-8, 11-1 dan berlangsung selama 48 menit, menurut laporan BWF di laman resminya.

Peringkat tiga dunia Antonsen mengawali laganya di babak delapan besar dengan menerima tekanan dari lawannya. Lee sejak awal mencoba mendikte Antonsen dengan memberikan umpan-umpan menyulitkan.

Reli panjang sempat dilalui kedua pemain, namun Lee yang lebih sabar bisa menjaga konsistensi permainan dan keunggulannya hingga gim pertama usai.

Perubahan drastis terjadi pada aksi Lee di gim kedua saat skor 3-4 dengan keunggulan bagi Antonsen. Di poin ini, Lee yang awalnya gesit dan mampu menjangkau pukulan jauh menjadi lebih lambat dan kesulitan menghalau pukulan-pukulan yang sebetulnya mudah.

Antonsen berulang kali mencetak poin beruntun seperti tujuh kali (11-4), lima kali (18-7), dan terakhir tiga kali (21-8). Perolehan skor Antonsen ini memaksa dimainkannya gim penentuan.

Kondisi Lee semakin tak menguntungkan posisinya di gim ketiga, karena terlihat jelas pebulu tangkis peringkat tujuh ini sangat kesulitan bergerak dan membiarkan bola-bola hasil reli dari Antonsen masuk ke lapangan.

Baca juga: Unggulan teratas Tzu Ying melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia BWF

Baca juga: Dejan/Serena kandas di babak kedua dikalahkan ganda campuran Jerman

Setelah sembilan menit berjalan di gim ketiga, Lee pun meminta bantuan tim medis di jeda interval untuk memeriksa kondisinya.

Akhirnya Lee pun menemui wasit dan mengajukan mundur dari pertandingan dan memberikan jalan bagi Antonsen untuk melenggang ke babak empat besar. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari BWF perihal cedera yang dialami Lee tersebut.

Pada babak semifinal, satu-satunya wakil Denmark di nomor tunggal putra ini masih menanti calon lawan Loh Kean Yew (Singapura) dan Prannoy H.S (India).

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © 2021