Jakarta () – Pebulu tangkis Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra Korea Open 2022 yang lolos ke babak final setelah mengalahkan unggulan kelima Kidambi Srikanth pada semifinal, Sabtu.

Unggulan ketiga membukukan kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-16, namun harus bersusah payah dalam laga berdurasi 50 menit yang berlangsung di Palma Indoor Stadium, Suncheon.

Pada gim pertama, kedua pemain saling mencoba merebut kendali permainan lewat adu serangan yang sengit. Jonatan bahkan berulang kali tertinggal pada skor 2-5, 6-9, dan 15-17.

Titik balik terjadi jelang akhir gim poin saat Jonatan mengantongi skor 17-18, lalu meraih tiga poin beruntun hingga akhirnya unggul 20-18 atas Srikanth.

Srikanth sempat menambah satu poin menjadi 20-19, namun wakil Indonesia peringkat kedelapan menggenapkan perolehan angka kemenangan menjadi 21-19.

Pada gim kedua, giliran Jonatan yang menguasai jalannya pertandingan sejak awal. Meski Srikanth berusaha membayangi perolehan poin, namun tak sampai melampaui keunggulan Jonatan di paruh pertama.

Pebulu tangkis asal India itu sempat mencuri keunggulan 13-14 setelah mencetak tiga poin berturut-turut. Namun Jonatan mampu membungkam kerja keras lawannya dengan kembali merebut keunggulan.

Tidak tanggung-tanggung, Jonatan bahkan membuat enam poin beruntun sehingga ia memegang dominasi 19-14 atas Srikanth. Jauhnya perbedaan poin itu tak bisa lagi dikejar oleh Srikanth yang akhirnya dipaksa menyerah dengan skor 21-16.

Baca juga: Jonatan sambangi semifinal Korea Open lewat laga panjang

Pertemuan Jonatan dan Srikanth di babak semifinal menjadi kedua berturut-turut, setelah sebelumnya mereka juga dipertemukan pada ajang Swiss Open bulan Maret. Pada turnamen ini, Jonatan sukses memboyong gelar juara setelah mengalahkan pebulu tangkis India lainnya yaitu Prannoy H.S.

Di partai puncak, Jonatan masih menanti calon lawan Victor Svendsen dari Denmark dan pebulu tangkis China, Weng Hong Yang.

Baca juga: Indonesia pastikan satu tiket final ganda putra Korea Open 2022

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © 2022