Kesuksesan adalah sebuah perjalanan. Jangan mudah berpuas diri atas apa yang sudah kita capai saat ini

Jakarta () – Suryo Nugroho menjadi salah satu dari tujuh atlet parabadminton nasional yang mewakili Indonesia di ajang multicabang olahraga untuk penyandang disabilitas terbesar di dunia, Paralimpiade Tokyo 2020.

Bagi pria kelahiran Surabaya berusia 26 tahun ini, keikutsertaan di Paralimpiade merupakan capaian bersejarah dalam karirnya di cabang olahraga bulu tangkis untuk atlet berkebutuhan khusus ini.

Untuk pertama kalinya cabor parabadminton ditandingkan di Paralimpiade, membuat atlet yang turun di nomor tunggal putra "Standing Upper" (SU) 5 ini begitu bersemangat dan berambisi meraih medali.

Keputusan NPC Indonesia menurunkan Suryo bukan tanpa alasan. Atlet tunggal putra SU5 peringkat tiga dunia ini sudah membuktikan kebolehannya dengan prestasi di tingkat nasional, regional, hingga dunia.

Sebelum singgah dan bergabung dengan timnas NPC Indonesia, Suryo sudah menyukai bulu tangkis sejak usia tujuh tahun. Bahkan niatnya untuk berkarir sebagai atlet profesional sudah ia awali dengan bergabung ke dalam sebuah klub bulu tangkis di Surabaya.

Namun malang tak bisa ditolak. Saat usianya 11 tahun atau kelas lima SD, Suryo mengalami kecelakaan sepeda motor saat dibonceng temannya. Ia mengalami luka parah di lengan kiri.

Saat menjalani penanganan medis bukan kabar baik yang ia terima, justru vonis amputasi yang harus didengar dari dokter yang merawatnya.

Pilihan berat itu pun terpaksa diambil, mengingat tulang lengan kiri Suryo sudah dalam keadaan remuk dan tidak bisa disembuhkan.

Setelah kejadian itu, Suryo mengalami tekanan mental yang berat hingga akhirnya berhenti dari kegiatan bulu tangkis secara total selama tiga tahun.

Dorongan Orang Terdekat

Masa keterpurukan Suryo hanya dihabiskan berdiam diri di rumah dan sama sekali tidak kembali ke lapangan. Namun berkat dengan telaten orang tuanya sukses membangun kepercayaan diri Suryo untuk kembali bangkit.

Tidak hanya itu, pelatih bulu tangkisnya juga tak ketinggalan memberikan dorongan semangat agar Suryo kembali tampil di cabor tepok bulu. Tidak hanya sekedar bertanding, namun juga "comeback" dengan mengukir prestasi agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Setelah berlatih mandiri selama beberapa waktu, Suryo pun mendapat kabar bahwa atlet yang berkebutuhan khusus seperti dirinya bisa berkarir profesional di bawah naungan NPC.

Pada 2009, Suryo bergabung ke NPC Jawa Timur di Surabaya dan langsung meraih gelar juara dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Pepapernas) di Yogyakarta 2009.

Satu tahun kemudian, Suryo ditarik ke NPC Indonesia yang bermarkas di Kota Solo, Jawa Tengah. Kepindahannya itu tidak hanya diiringi dengan perubahan statusnya menjadi atlet paralimpiade nasional, namun juga diikuti dengan menjadi mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Universitas Veteran Bangun Nus.

Suryo yang awalnya punya impian sebagai atlet bulu tangkis normal, harus mengalami pahitnya takdir hidup yang merenggut sebagian anggota tubuhnya. Suryo membuktikan bahwa kehidupan bisa berubah lebih baik meski menemui batu sandungan.

"Sukses bukan tujuan akhir, tapi kesuksesan adalah sebuah perjalanan. Jangan mudah berpuas diri atas apa yang sudah kita capai saat ini. Tetap bergerak, melangkah, dan terus berjuang," kata Suryo, sebagaimana dikutip dari laman Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia.

Baca juga: Atlet Indonesia mulai jalani latihan tiap hari jelang Paralimpiade

Data diri singkat:
Nama lengkap: Suryo Nugroho
Tempat & tanggal lahir: Surabaya, 17 April 1995

Daftar prestasi:
Medali emas
– Peparpernas Yogyakarta tahun 2009
– Kejuaraan Nasional NPC 2009
– Asean Paragames Indonesia 2011
– Tiga emas, Peparnas Riau 2012
– Asian Youth Para Games Kuala Lumpur Malaysia 2013
– Dua emas, Asean Paragames Singapura 2015
– Asian Parabadminton Championship Beijing, China 2016
– Parabadminton World Championship Ulsan, Korea 2017
– Asian Paragames Indonesia 2018

Medali perak
– Asian Paragames Ghuangzhou, China 2010
– Asean Paragames Indonesia 2011
– Asean Paragames Singapura 2015
– Asian Parabadminton Championship Beijing, China 2016
– Asean Paragames Kuala Lumpur, Malaysia 2017
– Parabadminton World Championship Ulsan, Korea 2017
– Dua perak, Asian Paragames Indonesia 2018
– Kejuaraan Dunia BWF Basel, Swiss 2019
– Dubai Parabadminton International 2021

Medali perunggu
– Asean Paragames Indonesia 2011
– Dua perunggu, Asian Paragames Incheon, Korea 2014
– Asean Paragames Kuala Lumpur, Malaysia 2017
– Dubai Parabadminton International 2021

Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Usia bukan kendala Ukun berprestasi
Baca juga: Profil atlet: Musibah tuntun Hary Susanto berprestasi di parabadminton
Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Khalimatus Sadiyah kebal cemohan demi juara
Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Ratu parabadminton Leani Ratri Oktila

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © 2021