Sab. Jul 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

11 Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil, Salah Satunya dengan Rajin Cuci Tangan

Jakarta

Tentu saja tubuh wanita sendiri dapat mengalami berbagai perubahan ketika sedang hamil. Salah satunya adalah meningkatnya jumlah keputihan. Tak perlu khawatir ketika sedang hamil mengalami keputihan, Bun. Karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga : 9 Tanda Kehamilan yang Kerap Terlewatkan, Keputihan hingga Sembelit

1. Pastikan Mencuci Tangan Sebelum Menyentuh Area Kewanitaan

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan ketika sedang hamil yaitu memastikan agar Bunda dapat mencuci tangan terlebih dahulu sebelum ingin menyentuh area vagina. Tentu saja hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya infeksi melalui tangan yang kotor.




Foto: Mia Kurnia Sari

Selain itu, perhatikan pula cara membersihkan vaginanya. Penting sekali untuk membasuhnya setelah buang air kecil yang dimulai dari arah depan menuju ke arah belakang. Kemudian keringkan dengan handuk ataupun lap bersih yang juga dilakukan melalui arah yang sama.

2. Hindari untuk Menggunakan Pembersih Vagina yang Terdapat Kandungan Parfum

Agar dapat mengatasi keputihan ketika sedang hamil, maka sebaiknya hindarilah untuk menggunakan sabun atau tisu yang berparfum karena hal ini bisa memicu iritasi. Nah, Himpunan Obstetri serta Ginekologi Sosial Indonesia atau HOGSI menganjurkan agar ibu hamil dapat membersihkan area kewanitaan sebanyak dua sampai tiga kali sehari.

Bunda bisa menggunakan air yang bersuhu hangat dan pembersih yang memiliki kandungan asam laktat. Tentunya pembersih tersebut dapat menjaga kadar pH yang normal dari vagina, bahkan juga dapat memelihara vagina wanita dari kuman yang merupakan penyebab dari keputihan yang memang tidak normal. Sudah pasti bahwa pembersih ini cukup aman untuk janin.

3. Gunakan Pakaian yang Dapat Menyerap Keringat

Untuk cara mengatasi keputihan selanjutnya yang bisa Bunda lakukan yaitu dengan cara menggunakan pakaian yang bisa menyerap keringat. Jangan sampai Bunda mengenakan celana ketat yang berbahan sintetis karena hal ini dapat membuat area vagina semakin lembap.

Jika sudah begini, maka keputihan bisa menjadi semakin parah. Jika pakaian dalam memang sudah terasa lembap atau mulai basah, segera ganti. Yang pasti kuncinya adalah selalu jaga area kewanitaan supaya tetap bersih dan kering.

4. Mandi secara Teratur

Tentu saja ketika Bunda selalu menjaga diri supaya tetap bersih dengan cara mandi secara teratur, maka hal ini bisa membantu keseimbangan bakteri agar dapat mencegah infeksi area kewanitaan. Bukan hanya itu saja, Bunda juga dapat mengenakan celana dalam yang berjenis cotton liner karena dapat membuat area kewanitaan Bunda lebih bernafas serta lebih mudah saat menyerap cairan.

5. Mengonsumsi Makanan Sehat

Nah, makanan tertentu dari mulai tempe, pisang, dan bawang-bawangan dapat membantu dalam menjaga pH dari organ kewanitaan supaya tetap stabil. Tentunya dengan pH organ kewanitaan yang ideal, maka flora normal atau bakteri baik di area vagina dapat berperan positif.

Namun sebaliknya, ketika pH organ kewanitaan tidak ideal, maka flora normal yang terdapat pada area vagina akan menjadi bumerang. Maka dari itu, Bunda perlu menghindari makanan yang mengandung tinggi gula, seperti makanan cepat saji, kue manis, atau makanan kaleng. Perlu diingat juga bahwa gula akan menjadi sumber makanan untuk bakteri yang ada di area kewanitaan.

Ilustrasi keputihan saat hamil/ Foto: iStock

Jika terlalu banyak mengkonsumsi gula, maka pertumbuhan bakteri akan semakin subur. Tentunya hal inilah yang menjadi awal mula munculnya keputihan sampai memiliki bau yang tak sedap. Maka dari itu, akan lebih baik ketika Bunda bisa mengolah makanan sendiri di rumah. Selain lebih terjamin kebersihannya, kesehatan pun akan lebih terjamin juga. Dan, yang paling penting adalah jangan lupa agar memperbanyak untuk mengkonsumsi sayur dan buah ya.

6. Hindari untuk Menggunakan Toilet yang Kotor

Sangatlah penting untuk menghindari toilet yang kotor. Sebaiknya Bunda bisa mencari toilet yang memang kebersihannya selalu terjaga. Hal ini dikarenakan ketika menggunakan toilet kotor bisa menyebabkan keputihan. Nyatanya air atau bakteri yang kotor yang berasal dari toilet bisa membahayakan kesehatan area kewanitaan Bunda.

7. Mengonsumsi Yoghurt

Tentunya yoghurt bisa Bunda manfaatkan untuk mengatasi keputihan saat hamil. Di dalam yoghurt terdapat kandungan bakteri baik, disebut juga dengan probiotik.

Perlu Bunda ketahui bahwa probiotik sendiri bermanfaat bagi kesehatan serta membantu mengembalikan keseimbangan dari bakteri dalam tubuh. Beberapa jenis probiotik bahkan bisa melawan beberapa ragi lho yang menyebabkan keputihan serta infeksi pada vagina.

Agar dapat mengatasi keputihan menggunakan yoghurt, maka Bunda dapat mengonsumsinya secara langsung. Jangan lupa untuk mengkonsumsinya secara rutin supaya memperoleh hasil yang maksimal.

8. Kenakan Panty Liner

Tentunya Bunda bisa mengenakan panty liner untuk mengatasi keputihan ketika sedang hamil. Mengapa harus panty liner?

Hal ini dikarenakan panty liner ini dapat menyerap kelebihan cairan keputihan serta membantu Bunda merasa lebih nyaman. Dikarenakan Bunda sedang mengandung Si Kecil, maka sebaiknya Bunda bisa menggunakan panty liner yang memang tidak mengandung parfum. Namun, pastikan agar Bunda bisa mengganti panty liner setiap tiga jam sekali atau sesegera mungkin jika mulai terasa lembap maupun basah.

9. Teh dari Daun Jambu Biji

Seringkali selama ini jambu biji dinikmati kesegarannya dengan cara diolah menjadi jus. Tetapi buah yang satu ini juga bisa dijadikan sebagai obat rumahan yang manfaatnya diambil dari bagian daunnya. Hal ini dikarenakan daun jambu biji bisa menghentikan keputihan hingga bau yang tak sedap dari keputihan ini.

Untuk memanfaatkannya, maka Bunda dapat merebus air sebanyak satu liter sampai mendidih. Lalu matikan api, kemudian masukkan daun jambu biji 30 gram yang telah dibersihkan terlebih dahulu ke dalam air panas.

Selanjutnya biarkan selama dua sampai lima menit, lalu disaring. Manfaatkan teh dari daun jambu biji ini untuk membasuh bagian genital anda secara hati-hati.

10. Hindarilah untuk Berendam Terlalu Lama

Tahukah Bunda bahwa berendam dalam waktu yang terlalu lama di air panas maupun di kolam yang terdapat kandungan klorin ternyata tidak disarankan lho untuk ibu hamil. Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan aktivitas yang satu ini akan membuat vagina Bunda cenderung kering. Dengan begitu bisa dengan mudah terjadinya infeksi.

11. Siapkan Juga Celana Dalam Cadangan

Jangan lupa untuk selalu menyiapkan pula celana dalam cadangan. Begitu juga saat bepergian, tidak ada salahnya pula membawa celana dalam cadangan.

Baca Juga : 11 Tanda-tanda Hamil Bayi laki-laki, Mitos Vs Fakta

Terlebih lagi ketika keputihan yang keluar terlalu banyak, maka sebaiknya Bunda bisa segera menggantinya supaya area kewanitaan tidak lembap dan kesehatan pun bisa tetap terjaga.

Bagaimana, sudah tahu ‘kan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil? Tentu saja beberapa cara di atas bisa anda terapkan dengan mudah.

Tetapi jika Bunda menemukan kondisi yang tidak biasa, baik keputihan yang berbau menyengat, berwarna, terasa perih dan gatal, segera periksakan hal ini ke dokter ya. Semoga bermanfaat! (PK)

Simak juga cerita Maisy mantan penyanyi cilik yang harus merawat pasien Covid-19 saat sedang hamil delapan bulan dalam video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(ziz/ziz)