Sel. Mei 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

2 Kontrasepsi Darurat Efektif Cegah Kehamilan, tapi Waspadai Efek Sampingnya

Bunda, kontrasepsi darurat kerap digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya, alat kontrasepsi darurat ini dipakai setelah berhubungan intim tanpa menggunakan kondom atau jika kontrasepsi yang digunakan gagal. Misalnya saja kondom pecah atau terlewat mengonsumsi kontrasepsi pil. Wah, kira-kira efektif enggak ya?

Melansir dari NHS, ada dua jenis alat kontrasepsi darurat, yakni pil kontrasepsi darurat dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD). Untuk penggunaan pil kontrasepsi darurat, Bunda perlu meminumnya dalam 3 hari (Levonelle) atau 5 hari (ellaOne) setelah berhubungan seks tanpa kondom agar efektif cara kerjanya. 

Baca Juga : Jenis KB Spiral yang Dipercaya Paling Efektif Mencegah Kehamilan

Semakin cepat Bunda mengonsumsinya, semakin efektif juga hasilnya. Sementara untuk IUD sendiri dapat dipasang hingga 5 hari setelah hubungan seks tanpa kondom atau 5 hari setelah waktu paling awal berovulasi agar hasilnya bisa efektif.




Nah secara efektivitas, IUD dinilai lebih efektif daripada pil kontrasepsi dalam mencegah kehamilan (kurang dari 1 persen Bunda yang menggunakan AKDR hamil). Sementara pil kontrasepsi darurat, biasanya dapat menimbulkan risiko sakit kepala atau sakit perut dan membuat Bunda merasa sakit.

Selain itu, pil kontrasepsi darurat juga membuat menstruasi Bunda berikutnya hadir lebih awal, lebih lambat, atau lebih menyakitkan dari biasanya. Jika Bunda sakit (muntah) dalam waktu 2 jam setelah mengonsumsi pil kontrasepsi darurat, sebaiknya Bunda segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik ya, Bunda.

Jika Bunda menggunakan IUD sebagai metode kontrasepsi darurat, IUD dapat dibiarkan dan digunakan sebagai metode kontrasepsi biasa. Jika Bunda menggunakan IUD sebagai metode kontrasepsi biasa, Bunda biasanya mendapatkan menstruasi dengan durasi lebih lama, lebih berat, atau lebih sakit. 

Bunda mungkin merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Tetapi, obat penghilang rasa sakit dapat membantu meredakannya. Bunda tidak perlu khawatir karena tidak ada efek samping yang serius dari penggunaan kontrasepsi darurat.

Meski penggunaannya cenderung aman dan tidak berisiko, alat kontrasepsi darurat seperti pil kontrasepsi darurat sangat tidak disarankan untuk digunakan secara terus menerus ya, Bunda.

Baca Juga : 2 Jenis Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan Usai Berhubungan Intim

Kenapa kok tidak boleh digunakan dalam jangka lama? Baca informasi selengkapnya dengan klik di halaman selanjutnya ya, Bunda.

Simak juga penjelasan tentang pil KB darurat dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]