Ming. Apr 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

3 Cara Membersihkan Karang Gigi pada Anak, Mencegah Lebih Baik!

Jakarta

Tidak semua anak mengetahui soal pentingnya menyikat gigi, Bunda. Itu sebabnya mereka sering kali malas untuk menyikat gigi.

Sebenarnya, aktivitas menggosok gigi perlu banget dibiasakan sejak kecil, karena jika tidak dibiasakan, akibatnya gigi akan rusak bahkan dapat menimbulkan karang gigi.

Berdasarkan American Dental Association (ADA), sebanyak 74% remaja usia 13-18 tahun diketahui memiliki karang gigi dan prevalensinya meningkat hingga 90% saat anak berusia 18 tahun ke atas.




Anak-anak memang rentan terkena karang gigi, karena umumnya mereka cenderung menyukai makanan yang manis-manis seperti coklat ataupun permen. Jenis makanan semacam itulah yang mengundang bakteri, karena mengandung gula yang mempercepat pembusukan.

Mengutip laman Healthline, makanan yang mengandung karbohidrat atau gula berkontribusi dalam pembentukan plak yang memproduksi asam pada prosesnya. Zat asam itulah yang bisa menimbulkan masalah pada kerusakan gigi.

Baca Juga : 4 Obat Sakit Gigi Alami yang Aman untuk Anak

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk membiasakan anak menggosok gigi sedari dini, demi mencegah karang atau bahkan kerusakan gigi pada anak.

Apa itu karang gigi?

Karang gigi adalah suatu endapan keras yang terletak pada permukaan gigi. Tanda-tandanya terdapat endapan kuning atau coklat di antara gigi atau di garis gusi. Hal ini disebabkan karena sisa-sisa dari makanan yang tertinggal lama dan tidak segera dibersihkan.

Sisa-sisa makanan tersebut jika tidak segera dibersihkan akan menumpuk dan menyebabkan karang gigi lho Bunda. Mengutip laman WebMD, karang gigi disebabkan karena kumpulan plak yang menumpuk dan mengeras pada permukaan gigi.

Plak yang membawa bakteri ini dapat merusak email gigi dan jika dibiarkan cukup lama dapat menyebabkan gigi berlubang. Selain itu, adanya karang gigi tidak hanya mempengaruhi gigi saja lho, tetapi juga pada gusi. Kecenderungan plak pertama kali terbentuk di antara gigi dan di garis gusi.

Sehingga, karang gigi dapat mengiritasi gusi yang mengakibatkan peradangan dan pembengkakan, yang dikenal juga sebagai radang gusi.

Cara membersihkan karang gigi

Cara terbaik untuk membersihkan karang gigi tentu dengan berobat ke dokter, Bunda. Sebab, akan sangat sulit untuk menghilangkan karang gigi yang sudah terlanjur mengeras secara mandiri.

Akan tetapi, karang gigi bisa dicegah dengan membersihkan gigi secara rutin. Adapun caranya seperti yang dikutip dari laman Medical News Today, antara lain:

Ilustrasi anak menyikat gigi/ Foto: iStockphoto

1. Baking soda

Menyikat gigi dengan baking soda adalah cara yang aman dan efektif untuk menghilangkan plak. Baking soda dapat menghilangkan plak tanpa merusak email gigi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda memungkinkan lebih efektif dalam mengurangi jumlah plak di mulut daripada pasta gigi biasa. Selain itu, soda kue juga melindungi dari demineralisasi, yaitu proses kimiawi yang menghilangkan kalsium dari email gigi.

Hal ini disebabkan karena karbohidrat dari makanan dapat secara drastis menurunkan tingkat pH di mulut, menciptakan lingkungan asam yang menyebabkan demineralisasi. Semakin rendah pH, semakin asam zatnya yang mengakibatkan demineralisasi.

Sehingga baking soda dapat membantu mengurangi demineralisasi untuk menyeimbangkan tingkat pH di dalam mulut dan mencegah kehilangan email gigi.

2. Minyak kelapa

Minyak kelapa sangat bagus karena sifat anti inflamasi dan anti oksidannya, Bunda. Disamping itu, minyak kelapa juga mengandung asam laurat dan asam lemak dengan sifat antimikroba.

Sebuah studi berjudul Effect of Coconut Oil in Plaque related Gingivitis: a Preliminary Report pada tahun 2015 yang melibatkan 60 remaja penderita radang gusi, menemukan bahwa berkumur dengan minyak kelapa menghasilkan penurunan 50 persen pada plak gigi.

Selain itu, para partisipan penelitian juga mengalami penurunan gejala radang gusi yang signifikan. Sehingga minyak kelapa dinilai bagus untuk membersihkan gigi dan gusi.

3. Pasta gigi fluoride

American Dental Association (ADA) merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang berfluoride. Selain itu, Mereka juga merekomendasikan flossing sekali sehari.

Cara flossing dengan benang gigi akan menghilangkan sisa-sisa makanan dan plak dari sela-sela gigi dan area yang sulit dijangkau. Kemudian dilanjutkan dengan menyikat gigi yang akan menghilangkan plak di permukaan gigi.

Untuk menyikat gigi secara efektif, adapun tahapannya sebagai berikut:

  • Mulailah di bagian belakang mulut dengan geraham atas.
  • Gunakan sapuan sikat melingkar yang pendek.
  • Sikat permukaan depan dan belakang semua gigi atas.
  • Ulangi langkah 1-3 pada gigi bagian bawah.
Baca Juga : Gigi Anak Berlubang, Bolehkah Diberi Paracetamol Saja atau Harus Dicabut?

Nah Bunda semoga bermanfaat!

(haf/som)