5 Asupan Makanan untuk Mengatasi Kaki Bengkak saat Hamil

Jakarta

Ketika hamil, terdapat banyak perubahan fisik yang kerap terjadi. Mulai dari perut membesar, berat badan yang naik, hingga kaki yang membengkak, Bunda.

Dalam kasus kaki yang membengkak, ini merupakan hal yang normal bagi kebanyakan wanita hamil. Berdasarkan American Pregnancy Association, selama kehamilan, tubuh memproduksi sekitar 50 persen lebih banyak darah dan cairan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang.

Kaki yang membengkak ini merupakan bagian normal dari kehamilan yang disebabkan oleh darah dan cairan tambahan tersebut, Bunda. Meskipun kondisi ini tidak menyakitkan, namun ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan lho.




Selain Bunda harus banyak beristirahat, terdapat cara-cara alami demi mengatasi kaki bengkak saat hamil, salah satunya dengan memperhatikan asupan makanan.

Baca Juga : 13 Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil, Bunda Perlu Tahu

Lalu asupan seperti apa yang dibutuhkan? Nah Bunda, simak ulasan berikut ini ya!

Makanan untuk mengatasi kaki bengkak saat hamil

Terdapat beberapa asupan yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi pembengkakan selama kehamilan. Mengutip laman Pregnancy Food Checker, diantaranya:

1. Kentang

Kurang tercukupinya kebutuhan kalium atau potasium ternyata dapat memperburuk pembengkakan lho Bunda. Salah satu rekomendasi makanan dengan kalium tinggi adalah kentang.

Selama kehamilan, kelenjar tiroid menghasilkan lebih banyak aldosteron dan kortisol yang melakukan beberapa hal, seperti meningkatkan tekanan darah, menahan cairan (yang membantu melembutkan tubuh selama kehamilan), dan menyebabkan peningkatan ekskresi kalium.

Dalam satu buah kentang, terkandung 600 mg kalium, hal Ini berarti menunjukkan bahwa diet yang tinggi kalium dapat membantu melawan edema yang diperburuk oleh ketidakseimbangan elektrolit.

2. Kacang putih

Kacang putih adalah makanan kaya kalium lainnya, yang dapat membantu mengembalikan kadar kalium sekaligus mengurangi pembengkakan selama kehamilan.

Jenis kacang putih yang umum termasuk kacang navy dan kacang baby lima. Satu setengah cangkir kacang putih kalengan yang dimasak mengandung 600 miligram potasium.

Manfaat besar lainnya untuk makan kacang putih adalah kaya akan sumber folat yang bagus selama kehamilan. Folat penting untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi yang sedang berkembang, Bunda.

3. Minyak ikan

Minyak ikan/ Foto: iStock

Minyak ikan merupakan sumber utama asam lemak Omega-3, khususnya EPA dan DHA.
Penting agar bayi mendapatkan jumlah yang cukup untuk perkembangan otak yang sehat, tetapi manfaat minyak ikan lebih dari itu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak ikan dapat membantu menurunkan kadar kortisol atau juga dikenal secara luas sebagai hormon stres. Selain itu, minyak ikan juga meningkatkan aktivitas anti-inflamasi dalam tubuh, yang juga dapat mengurangi pembengkakan dan edema.

Sebuah studi berjudul Effects of supplemental fish oil on resting metabolic rate, body composition, and salivary cortisol in healthy adults pada tahun 2010, menunjukkan bahwa minyak ikan yang diminum selama enam minggu secara signifikan mengurangi kadar kortisol saliva.

4. Garam

Garam atau natrium klorida, adalah salah satu mineral terpenting bagi tubuh kita. Namun, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memiliki efek samping seperti peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan peningkatan pembengkakan.

Garam bertindak sebagai semacam spons di dalam tubuh, sehingga asupan garam juga dapat meningkatkan rasa haus, yang kemungkinan akan meningkatkan jumlah cairan yang dikonsumsi.

Rekomendasi selama kehamilan adalah sekitar 2.400 miligram sodium per hari, yang mana hanya satu sendok teh garam.

5. Air putih

Selain asupan makanan, minum air putih juga dapat membantu membersihkan tubuh dari kelebihan cairan yang menumpuk. Ini juga dapat membantu membersihkan tubuh dari kelebihan natrium dan glukosa, yang merupakan dua mikronutrien yang dapat memperburuk pembengkakan.

Asupan cairan yang cukup selama kehamilan sangat penting, tubuh secara alami menghasilkan lebih banyak darah dan cairan untuk mendukung pertumbuhan bayi, dan dehidrasi dapat menyebabkan kehamilan yang kurang dari ideal.

Baca Juga : Cara Mengonsumsi Buah Zuriat untuk Promil, Ayah Juga Perlu Tahu Lho

Berdasarkan Institute of Medicine merekomendasikan setidaknya 2400 mililiter cairan per hari atau sekitar 10 cangkir, Bunda. Jadi, cobalah untuk minum setidaknya 10 gelas air setiap hari untuk menjaga ginjal membuang racun dalam tubuh, sehingga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

(haf/som)