Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

5 Fakta Min Aung Hlaing, Jenderal yang Mengkudeta Aung San Suu Kyi

Bagan,Myanmar-March 4,2012:Election 2012 poster of Aung San Suu Kyi and her party,NLD, the National League for Democracy.

Jakarta

Kudeta militer di Myanmar tengah menjadi sorotan dunia, Bunda. Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi, yang sampat dipandang dunia luar sebagai pelindung bagi Myanmar, kini ‘menghilang’ dari publik. Hal ini karena ada tuduhan kecurangan pada pemilihan 8 November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi, NDL.

Tentara Myanmar pun mengambil alih kekuasaan Suu Kyi. Ia ditahan dalam penyergapan sebelum fajar, bersama dengan para menteri utamanya dan sejumlah tokoh pro-demokrasi.

Baca Juga : Ditahan Militer Myanmar, Ini 5 Fakta Aung San Suu Kyi

Militer Myanmar, yang dikenal dengan Tatmadaw, lalu mengumumkan bahwa negeri itu berada dalam status darurat selama setahun ke depan.




Dilansir New York Times, di seluruh Myanmar, baliho pemerintah masih menampilkan gambarnya dan gambar merak yang sedang bertarung di partainya. Tapi tentara, di bawah Panglima Tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing, kembali berkuasa.

Pertanyaannya, siapa Jenderal Min Aung Hlaing? Apa yang membuatnya ingin militer kembali berkuasa di Myanmar dan lakukan kudeta pada Ang San Suu Kyi terjadi? Berikut fakta-fakta Sang Jenderal yang bisa Bunda ketahui, dikutip dari berbagai sumber:

1. Dikenal gigih sejak sekolah militer

Jenderal berusia 64 tahun itu menghabiskan seluruh kariernya di militer, di mana ia pertama kali bergabung sebagai kadet. Mantan mahasiswa hukum di Universitas Yangon ini memasuki Akademi Layanan Pertahanan untuk kali ketiga, pada 1974 silam.

Menurut mantan teman sekelas yang dikutip oleh Reuters, Min Aung Hlaing adalah seorang kadet yang biasa-biasa saja, yang telah diterima di Akademi Layanan Pertahanan elite pada upaya ketiganya.

Meskipun demikian, dia kerap dipromosikan. Min Aung Hlaing menghabiskan sebagian besar karier militernya memerangi pemberontak di perbatasan timur Myanmar, dalam konflik yang terkenal karena pelecehan etnis minoritas, menurut sebuah kelompok advokasi.

Simak fakta lain di halaman berikutnya.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Pengungsi Rohingya yang Ajari Anaknya Taekwondo
Banner Sacha Stevenson