Kam. Apr 15th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

5 Tips Membesarkan Anak Autisme agar Selalu Bahagia

Anak bahagia

Jakarta

Tahu enggak sih, Bunda? Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Autism Awareness Day atau Hari Peduli Autis Sedunia. Tahun ini, Hari Peduli Autis diperingati saat pandemi COVID-19.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa orang dengan autisme memiliki hak yang sama dengan orang lain. Pandemi COVID-19 tidak boleh dijadikan alasan untuk menghilangkan hak-hak tersebut.

Baca Juga : Kenali Tanda-Tanda Autisme pada Anak dan Penanganannya

Penyandang autisme memiliki hak atas pendidikan dan pekerjaan atas dasar kesetaraan dengan orang lain. Kita harus memastikan bahwa masalah yang disebabkan krisis COVID-19 tidak mengganggu hak yang telah mereka perjuangkan dengan susah payah,” tulis Guterres, dikutip dari Twitter miliknya, Jumat (2/4/2021).




Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kumpulan gangguan perkembangan dengan karakteristik lemahnya pada bidang interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku berulang atau minat terbatas. Angka kejadian autisme meningkat dari tahun ke tahun, namun sampai sekarang penyebab autisme masih belum diketahui secara pasti.

Faktor genetik dan faktor lingkungan diduga menjadi penyebab dari gangguan ini. Anak autis biasanya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial-emosional atau sulit merespons jika diajak bicara.

Membesarkan anak berkebutuhan khusus seperti autisme memang tak mudah, terutama di masa pandemi ini. Membuat mereka bahagia bisa menjadi kunci utama membesarkan anak autis, yang pada akhirnya membuat kita juga bahagia.

Dilansir The Suns dan The Guardian, berikut tips untuk Bunda dalam membesarkan anak dengan autisme supaya selalu bahagia:

1. Menerima anak sepenuhnya

Autisme adalah bagian dari hidup anak yang harus Bunda terima. Pastikan bahwa kondisi tersebut tak membuat mereka menjadi kurang bahagia.

Mendorong si Kecil untuk tidak berperilaku non-autis tidak akan membuat mereka langsung bahagia dan sukses. Menerima dan mendukung mereka dengan hal-hal yang menurut mereka menantang adalah cara membuat anak bahagia.

Baca Juga : Benarkah Kebiasaan Makan Anak Berkaitan dengan Ciri-ciri Autisme?

Simak juga panduan mengajak anak tetap gembira selama di rumah aja, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]