Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

5 Trik Merawat Daun Tanaman Hias Supaya Makin Cantik

Tanaman hias daun tak hanya cantik sebagai hiasan ruangan, dapat juga mengurangi stres, memperbaiki mood, dan memurnikan udara. Perawatannya tergolong mudah pula.

Memiliki banyak tanaman hias daun di rumah, harus dirawat dengan baik ya, Bunda. Selain agar fungsinya dapat berjalan secara optimal, beberapa perawatan sederhana perlu Bunda lakukan agar daunnya selalu terlihat cantik, segar, dan subur. 

Baca Juga : 5 Cara Merawat Tanaman Hias Karet Kebo, Mudah Bun

Dilansir dari buku Panduan Praktis Mengenal Keunikan, 767 Jenis, Galeri Tanaman Hias Daun, berikut ini cara merawat daun tanaman hias supaya makin cantik, yang bisa Bunda coba di rumah.




1. Penyiraman

Penyiraman yang baik harus disesuaikan kebutuhan tanaman hias dengan memperhatikan kondisi media tanam, agar tetap terjaga kelembapannya. Selain itu, faktor cuaca perlu juga Bunda perhatikan.

Bila cuaca panas, maka frekuensi penyiraman harus lebih sering. Namun sebaliknya, jika berada pada cuaca hujan, mendung, atau dingin, sebaiknya Bunda melakukan penyiraman seperlunya saja untuk menghindari pembusukan pada akar.

Beberapa trik untuk mengetahui waktu yang tepat menyiram tanaman hias daun, di antaranya dengan membenamkan jari tangan atau potongan kayu ke dalam media tanam. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kelembapan tanah. Bila jari terasa kering atau potongan kayu tidak terlihat basah, artinya tanaman hias harus segera disiram.

Lalu, kalau Bunda meletakkan tanaman hias di luar ruangan, maka lakukan penyiraman setiap hari bila cuaca panas, serta penyiraman dua hari sekali bila cuaca mendung. Sementara itu, apabila Bunda meletakkan tanaman hias di dalam ruangan atau tempat yang teduh, maka lakukan penyiraman 2-3 hari sekali.

Selain itu, frekuensi siram juga ditentukan oleh teknik budi daya tanaman hias. Bila Bunda menggunakan sistem hidroponik, maka penyiraman cukup dilakukan sebanyak 1-2 kali seminggu.

2. Pemupukan

Pilihlah pupuk yang mengandung natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) = 3:1:2 untuk media yang tidak berbasis tanah, atau 1:1:1 untuk media berbasis tanah. Selain itu, penambahan pupuk daun atau pupuk slow release juga sangat disarankan, Bunda.

Suplemen unsur mikro pun dapat juga Bunda berikan dalam bentuk cairan, dengan cara mencampur pupuk daun dengan air sebelum disemprotkan ke tajuk tanaman.

3. Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit

Kehadiran gulma pada tanaman hias daun dapat menghambat penyerapan unsur hara. Oleh karena itu, Bunda perlu melakukan pengendalian gulma untuk mencegah gangguan hama dan penyakit pada tanaman hias.

Penggunaan media non-tanah merupakan solusi yang dapat Bunda pilih karena dapat mengurangi tumbuhnya gulma pada tanaman hias yang ditanam dalam pot. Selain itu, Bunda dapat melakukan pengendalian secara kimiawi dengan cara memperhatikan gejala serangan hama atau penyakit, kemudian menentukan jenis pestisida yang tepat apabila tanaman yang dimiliki berjumlah banyak.

Untuk tips lainnya, baca halaman berikutnya ya, Bunda.

Baca Juga : 5 Tips Merawat Tanaman Hias Anggrek di Dataran Rendah

Simak juga video cara merawat janda bolong:

[Gambas:Video Haibunda]