Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

8 Penyebab Anak Sakit Perut: Stres hingga Usus Buntu

Child sick

Jakarta – Si Kecil tiba-tiba bangun di malam hari sambil menangis karena sakit perut. Ia mungkin berusaha mengurangi rasa sakitnya dengan menggenggam bantal dan melingkarkan tubuhnya. Lama-kelamaan, ia kembali tidur. Tapi di pagi hari, rasa sakit itu muncul lagi. Apa ya yang membuat anak sakit seperti ini?

Dikatakan Elana Pearl Ben-Joseph, MD, ketika tubuh merasakan sakit sebenarnya memberi tahu bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi. Sakit perut memperingatkan kita akan sesuatu yang terjadi di dalam diri kita yang mungkin tidak kita ketahui.

Baca Juga : Waspada Cacingan pada Anak yang Sering Main di Luar Tanpa Alas Kaki

Menurut Joseph, memang beberapa penyebab sakit perut mudah dikenali. Misalnya saja, saat seseorang terkena usus buntu, atau makan salad makaroni yang sudah basi. Tapi, bisa juga sakit itu sulit untuk diketahui penyebabnya.

“Ketika Anda merasa sakit di perut, itu mungkin masalah sebenarnya di perut Anda, tetapi belum tentu juga. Perut Anda lebih dari sekadar perut. Ini bukan hanya masalah usus Anda. Ini adalah seluruh area antara dada dan tulang panggul (pinggul) Anda. Dengan banyaknya organ di perut, masalah yang berbeda dapat memiliki gejala serupa,” jelas Joseph, dilansir Kids Health.



Berikut 8 penyebab anak sakit perut:

1. Sembelit

Sembelit adalah alasan utama anak-anak mengalami sakit perut. Kalau anak sudah lama tidak buang air besar (BAB) atau merasa sakit saat atau susah buang air besar, mungkin anak mengalami sembelit.

2. Diare

Diare sering kali disebabkan infeksi yang oleh sebagian orang disebut ‘flu perut’. Ketika anak mengalami diare atau buang air besar berair, ia mungkin juga merasa mual.

3. Masalah perut lain

Sakit perut juga bisa terjadi akibat infeksi saluran kemih (ISK) atau usus yang tersumbat. Infeksi oleh bakteri atau parasit, mulas, penyakit iritasi usus besar, atau penyakit radang usus juga dapat menyebabkannya.

4. Sesuatu yang dimakan

Beberapa anak mengalami sakit perut karena mereka makan terlalu banyak, makanan yang terlalu pedas atau berminyak, atau makanan yang terlalu lama disimpan di lemari es dan jadi busuk.

5. Intoleransi makanan atau alergi makanan

Anak bisa saja mengalami kesulitan mencerna makanan. Ini disebut intoleransi makanan. Misalnya, anak dengan intoleransi laktosa mengalami kesulitan mencerna laktosa, sejenis gula yang ditemukan dalam susu dan makanan olahan susu lainnya. Ini bisa menyebabkan sakit perut. 

6. Alergi makanan

Alergi makanan bisa menimbulkan reaksi sistem kekebalan yang dapat merugikan tubuh. Anak dengan alergi makanan harus selalu menghindari makanan itu.

Baca Juga : Anak Sering Bersin di Pagi Hari? Jangan Anggap Sepele Bun

7. Radang usus buntu

Jika rasa sakit dimulai dari pusar, lalu berpindah ke sisi kanan bawah perut, itu bisa jadi tanda radang usus buntu. Demam atau muntah, disertai rasa sakit yang semakin parah, hilangnya nafsu makan, juga bisa jadi tanda radang usus buntu.

Dijelaskan, infeksi selain di perut juga bisa menyebabkan sakit perut, Bunda. Sakit tenggorokan, radang paru-paru, infeksi telinga, atau batuk, terkadang bisa menyebabkan sakit perut.

8. Stres

Tak hanya orang tua, anak-anak juga mengalami sakit perut atau dikenal ‘perut gugup’ saat mereka khawatir atau stres.

“Jika stres ada di balik masalah perut Anda, dokter mungkin merekomendasikan seorang spesialis, seperti psikolog. Para ahli ini dapat membantu anak-anak mencari tahu sumber stres dan membantu mereka menemukan beberapa ide, tentang cara memperbaiki masalah atau menanganinya dengan lebih baik,” ujar Joseph.

Simak juga yuk 4 obat tradisional untuk mengatasi anak batuk pilek, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Cerbun Suami Gadai SK

(muf/muf)