Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Alasan Bunda Harus Puasa Hubungan Seks Setelah Operasi Vaginoplasty

Jakarta

Bunda yang sudah pernah melahirkan, terutama per vaginam atau secara normal, mungkin merasa vagina tidak kencang seperti sebelumnya. Hal ini karena otot-otot pada vagina meregang secara maksimal selama proses melahirkan normal.

Peregangan otot pada vagina tidak terlalu berpengaruh pada proses melahirkan secara caesar nih, Bunda. Meski begitu, nyatanya ada cara untuk mengembalikan bentuk vagina seperti sebelum melahirkan. Cara ini disebut dengan prosedur vaginoplasty.

Baca Juga : Serba-serbi USG Transvaginal: dari Prosedur hingga Efek Sampingnya

Menurut dr. Puti Adla Runisa, B.Med.Sc, Sp.BP-RE, vaginoplasty merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengencangkan vagina agar kembali seperti sebelum melahirkan. Meski begitu, dokter yang akrab disapa Adla ini mengatakan, yang boleh melakukan prosedur ini adalah Bunda yang sudah melahirkan secara normal lebih dari dua kali, atau melahirkan pertama kali namun dengan ukuran bayi yang besar.




“Indikasinya sih sebenarnya orang-orang yang melahirkan normal lebih dari dua kali. Ada yang bayinya besar banget dan proses melahirkannya lama di (waktu) pertama kali melahirkan. Itu juga bisa,” kata dokter Adla, dalam acara Instagram Live bersama HaiBunda baru-baru ini.

Selain menjelaskan tentang vaginoplasty secara ringkas, pada kesempatan yang sama, dokter Adla juga menjelaskan bagaimana operasi vaginoplasty akan dilakukan, Bunda.

Proses operasi vaginoplasty

Meski secara ringkas, dokter Adla menjelaskan proses operasi yang dilakukan pada prosedur vaginoplasty. Ia mengatakan, operasi akan dilakukan untuk mencari otot di bawah liang vagina, kemudian didekatkan dan dijahit secara permanen agar struktur yang ada dapat kembali seperti sebelum melahirkan.

“Intinya si dinding vaginanya itu nanti akan kita bikin kayak semacam garis dan kita cari ototnya ke dalam. Bukan di liang vaginanya, tapi di bawahnya. Kita buka, kita cari ototnya, didekatkan, (lalu) kita jahit secara permanen,” tuturnya.

Sebelum menjalankan operasi ini, Bunda tentu akan dibius agar nyaman dan tidak merasakan nyeri atau sakit. Proses operasi juga dilakukan cukup singkat, yakni sekitar satu hingga satu setengah jam.

Setelah operasi, proses pemulihan vaginoplasty terbilang lama nih. Bunda bahkan harus ‘puasa’ berhubungan seksual dengan suami selama 6 minggu.

“Permasalahannya dengan vaginoplasty adalah kita harus puasa (hubungan seks) sekitar 6 minggu setelah operasi. Karena itu kan recovery untuk dia kasih waktu untuk dia healing, kasih waktu juga untuk segala sesuatunya kembali pada tempat seharusnya. Jadi, disarankan 6 minggu tidak berhubungan (seks) dulu,” tutur dokter Adla.

Baca Juga : 4 Cara Mengetahui Miss V Longgar, Bunda Perlu Simak Nih

Karena lamanya proses penyembuhan dan pemulihan setelah vaginoplasty, dokter Adla menyarankan agar Bunda membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan suami. Jangan sampai suami bingung jika tiba-tiba Bunda menolak diajak bercinta.

“Ini kan harus diomongin dengan pasangan, kalau enggak nanti pasangannya bingung. Jadi, itu harus dikomunikasikan (dengan suami),” ujar dokter yang praktik di Klinik Beyoutiful dan RS Tarakan ini.

(mua/muf)