Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Anak Kecewa Tak Dapat Angpao Lebaran dari Keluarga, Ini Tips Mengatasinya Bun

Jakarta

Memberikan angpao lebaran atau Tunjangan Hari Raya (THR) untuk anak sudah menjadi tradisi di Indonesia setiap Hari Raya Idul Fitri. Si Kecil biasanya akan mendapatkan angpao dari keluarga dan saudara terdekat, Bunda.

Menurut anggota Divisi Pembinaan Keluarga Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, Dr. Hibana Yusuf, M.Pd., angpao atau THR itu prinsipnya Mubah, yakni diperbolehkan dan tidak dilarang dalam Islam. Namun, pemberiannya perlu diperhatikan agar tidak mengubah psikologis anak.

Baca Juga : Seberapa Wajib Orang Tua Membelikan Baju Lebaran untuk Anak?

“Prinsipnya itu sesuatu yang Mubah atau boleh, bukan sesuatu yang dilarang. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan itu menjadi satu keharusan atau membuat suasana hati anak menjadi negatif kalau tidak mendapatkannya. Ini yang harus kita jaga,” kata wanita yang akrab disapa Ustazah Ana ini kepada HaiBunda, Senin (10/5/21)




Bila si Kecil mendapatkan angpao lebaran, Bunda perlu mengajarkan anak untuk bersyukur. Angpao bisa sebagai bentuk rezeki minallah atau rezeki yang datangnya dari Allah SWT.

Nah, jika anak tidak mendapatkannya di tahun ini karena pandemi, maka dia tidak perlu berkecil hati atau kecewa. Bunda juga harus menjelaskan situasi ini agar anak tidak banyak berharap ya.

“Kalau enggak dapat ya enggak apa-apa, karena tidak semua orang mungkin bisa memberi di masa seperti ini karena semuanya terbatas. Anak juga tidak boleh berharap dan tidak boleh kecewa ketika tidak mendapatkan,” ujar Ustazah Ana.

“Ini yang perlu dikomunikasikan dengan baik pada anak. Kalau mendapatkan angpao itu boleh, tidak ada larangan. Tapi, tidak boleh juga terlalu berharap,” sambungnya.

Menghadapi anak yang kecewa tak dapat angpao

Situasi pandemi COVID-19 membuat acara kumpul keluarga terbatas. Seperti tahun sebelumnya, kita dilarang berkunjung atau membuat kerumuman saat lebaran.

Kondisi pandemi juga memengaruhi pendapatan atau keuangan beberapa orang, Bunda. Imbasnya, anak-anak bisa tidak mendapatkan angpao yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bagi anak yang sudah lebih besar, mereka sudah bisa mengerti tanpa perlu dijelaskan. Tapi, bagi anak yang masih kecil, hal ini bisa saja bikin mereka kecewa. Lalu bagaimana cara menghadapi kekecewaaan ini ya, Bunda?

Ustazah Ana mengatakan bahwa orang tua perlu memberikan penjelasan dengan benar pada anak mengenai situasi yang terjadi saat ini. Berikan mereka pemahaman yang mudah dipahami dengan bahasa anak.

“Memang lagi-lagi perlu ada komunikasi dan penjelasan. Anak sudah bisa kok diberi pemahaman dan secara komunikasi sudah bisa memahami,” kata dosen di Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga ini.

Bunda bisa menjelaskan bahwa tidak semua orang dapat mencari rezeki selama pandemi. Si Kecil perlu memahami bahwa jumlah angpao bisa berkurang dan tak boleh kecewa karena situasi ini.

“Orang tua dapat memberikan pemahaman tentang situasi pandemi, misalnya mencari rezeki dan uang mungkin tidak semudah seperti hari-hari biasa atau kemampuan saudara untuk memberikan angpao juga bisa berkurang. Katakan, ‘Adik enggak boleh berharap banyak ya, kalau dapat angpao alhamdulillah disyukuri, kalau enggak tidak boleh kecewa’,” ujarnya.

Sejak dini, sebaiknya Bunda sudah memberikan pemahaman yang tepat soal angpao pada anak. Misalnya, bila dia mendapatkan banyak angpao, artinya dia juga perlu bersyukur dengan bersedekah.

Berikan pemahaman pada si Kecil bahwa tidak semua orang seberuntung dirinya. Kebiasaan baik bersedekah ini bisa mulai ditanamkan dari angpao lebaran.

“Kalau dapat uang banyak justru harus bersyukur untuk sedekah, mungkin ada teman yang membutuhkan dan makan susah. Tapi tidak boleh kecewa andaikan tahun ini enggak dapat angpao banyak seperti tahun sebelumnya. Semuanya harus tetap enjoy, jadi anak juga diajak dengan suasana senang,” kata Ustazah Ana.

Anak merayakan labaran/ Foto: iStock
Baca Juga : Alternatif Selain Memberikan Uang untuk Angpao Lebaran Anak

Aturan memberi angpao lebaran sebagai reward puasa

Angpao lebaran biasanya diberikan sebagai bentuk reward orang tua ke anak nih, Bunda. Reward merupakan bentuk hadiah bagi anak yang sudah menjalankan puasa Ramadhan.

Lalu apakah angpao lebaran sebagai reward puasa boleh diberikan ke anak ya?

Menurut Ustazah Ana, reward sebagai hadiah boleh saja diberikan ke anak yang sudah menjalankan puasa Ramadhan. Namun, jumlahnya harus proporsional.

“Angpao lebaran buat reward boleh, asal proporsional. Artinya, dia sudah melakukan puasa menahan lapar dan haus, kemudian orang tua memberikan angpao untuk penguatan,” kata Ustazah Ana.

“Tapi ingat, angpao tidak sampai berlebih atau bombastis ya. Nanti bisa berefek buruk ke anaknya,” lanjutnya.

Memberikan angpao atau imbalan jangan terlalu sering, Bunda. Si Kecil nanti bisa banyak berharap dan bergantung pada hadiah dalam melakukan sesuatu.

“Takutnya kalau lain waktu anak enggak dikasih dia akan berharap atau bergantung pada hadiah, kalau mengerjakan sesuatu selalu berharap imbalan saja. Jadi kebiasaan tidak baik juga. Tapi kalau jumlah proporsional dan dikomunikasikan dengan baik, menurut saya masih bisa sebagai bentuk penguatan,” ujarnya.

Sebaliknya, angpao lebaran sebagai reward juga tidak bisa diberikan secara gratis. Si Kecil boleh melakukan sesuatu untuk mendapatkan angpao, tapi dengan syarat telah melakukan kebaikan seperti ibadah puasa Ramadhan.

Mereka perlu memperlihatkan usaha untuk menerima angpao ini ya, Bunda. Angpao pun tak harus dalam bentuk uang, tapi bisa berupa barang.

“Untuk memberikan sesuatu pada anak itu baiknya bukan gratis. Tetapi sesuatu yang dia tebus dengan satu kebaikan. Misalnya, anak mau beli sepeda, diminta dulu untuk mengerjakan kebaikan. Jadi, ada effort atau usaha untuk menjadi lebih baik,” ungkap Ustazah Ana.

Baca Juga : Manfaat Memberi Angpao Lebaran pada Anak

(ank/som)