Kam. Mei 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Berhubungan Seks Saat Puasa, Apa Hukum dan Dendanya?

Di bulan Ramadhan, segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas seks dilarang untuk dilakukan di siang hari. Tapi bagaimana jika pasangan suami istri ‘kebablasan’ melakukan hubungan intim di waktu tersebut?

Dilakukan dengan sengaja, berhubungan intim di siang hari saat puasa Ramadhan dapat merusak keabsahan ibadah tersebut. Ya, hukum dari perilaku tersebut adalah haram ya, Bunda. Termasuk pada pasangan suami istri yang sah.

Baca Juga : Hukum Suami Istri Melakukan Hubungan Seks Saat Puasa Ramadhan

Apalagi jika dilakukan dalam kondisi sengaja, maka harus dipertanggungjawabkan. “Boleh (berhubungan suami istri), yang enggak boleh itu waktu berpuasa di siang hari. Boleh di malam hari sampai waktunya berpuasa tiba,” kata pengajar di Universitas Islam Negeri Jakarta Syafiq Hasyim, dikutip dari CNNIndonesia.com.




Saat berpuasa, tubuh harus dalam kondisi suci, Bunda. Maka dari itu, setelah melakukan hubungan intim di malam hari atau menjelang sahur misalnya, maka harus segera mandi wajib untuk boleh berpuasa.

“Sebaiknya dalam kondisi suci. Paling penting adalah bersuci untuk segera dapat melaksanakan salat subuh,” ujar Syafiq yang juga merupakan Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), PBNU.

Selain berdosa dan puasanya batal, ada denda yang wajib dijalani jika dengan sengaja melakukan hubungan seks saat berpuasa.

Denda tersebut diketahui sebagai kifarah ‘udhma (kafarat besar). Dilakukan di antaranya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. 

Jika tak mampu melakukan denda tersebut, maka Bunda harus memberi makanan kepada 60 orang fakir miskin, masing-masing sebanyak satu mud (kurang lebih sepertiga liter).

Kafarat di atas berdasarkan hadits sahih berikut ini: 

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ، قَالَ: أَعْتِقْ رَقَبَةً  قَالَ: لَيْسَ لِي، قَالَ: فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ: لاَ أَسْتَطِيعُ، قَالَ: فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW lantas berkata, “Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, “Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (HR al-Bukhari).

Atas dasar itu pula, para ulama fiqih sepakat untuk menetapkan kafarat tersebut jika pasangan suami istri melakukan hubungan seksual saat berpuasa.

Simak ulasan lengkap di halaman selanjutnya!

Baca Juga : 5 Gaya Hubungan Intim Suami Istri yang Dilarang Agama Islam

Untuk memperpanjang durasi seks, Bunda bisa simak di video berikut tipsnya:

[Gambas:Video Haibunda]