Ming. Jun 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Bunda, Begini Cara Memprediksi Usia Kehamilan yang Benar

Menghitung usia kehamilan memang seringkali membingungkan. Tak jarang, hitungan Bunda berbeda dengan hitungan dokter ketika Bunda melakukan pemeriksaan. 

Umumnya dokter memprediksi usia kehamilan terhitung mulai hari pertama haid terakhir (HPHT) Bunda, dan periode kehamilan ini terbagi menjadi dua yakni periode embrio dan periode janin.

Baca Juga : Tiup-tiup Santai, Bidan Novel Bantu Ibu Melahirkan dengan Air Ketuban Hijau

Periode embrio yakni minggu ke-5 hingga minggu ke-10, yang mana merupakan masanya embrio ditanamkan di rahim. Selanjutnya, minggu ke-10 sampai dengan kelahiran adalah periode janin. 




Jika usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir Bunda, maka usia janin dihitung sejak tanggal pembuahan. Ini terjadi selama ovulasi yang berarti usia janin sekira dua minggu di belakang usia kehamilan.

Ini merupakan usia janin yang sebenarnya. Namun, cara ini kurang tepat untuk mengukur kehamilan. Sebab, dalam banyak kasus tidak mungkin untuk mengetahui kapan pembuahan benar-benar terjadi pada manusia.

Oh ya, Bunda, usia kehamilan juga berkaitan dengan bagaimana dokter akan memprediksi hari perkiraan lahir (HPL). Bagi kebanyakan Bunda, HPL akan dihitung dengan menggunakan tanggal menstruasi terakhir Bunda, ujar Julie Lamppa, APRN, CNM, seorang bidan di Rochester, seperti dikutip dari laman The Bump.

“Dengan menggunakan tanggal haid terakhir, Bunda tinggal menambahkan 280 hari untuk memprediksi tanggal prediksi hari lahir. Berdasarkan perhitungan ini, Bunda harus hamil 40 minggu pada hari prediksi lahir,” jelasnya.

Lanjut baca halaman selanjutnya ya, Bunda.

Baca Juga : Ketahui Manfaat Bunda Melakukan Senam Kegel Saat Hamil

Bunda yang sedang memilih alat kontrasepsi, bisa cek informasi tentang IUD dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]