Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cara Berhubungan Intim yang Bisa Cegah Kehamilan

Affectionate young couple relaxing in bed and having a romantic moment

Sebagian pasangan kerap tidak menggunakan pengaman dan juga alat kontrasepsi tetapi berharap tidak terjadinya kehamilan. Apakah upaya tersebut efektif untuk memproteksi kehamilan ya, Bunda?

Melansir Healthline, sperma sedianya dapat hidup di dalam rahim hingga lima hari setelah berhubungan seks, dan kehamilan hanya dapat terjadi jika ada sperma di dalam rahim atau saluran tuba saat Bunda berovulasi.

Baca Juga : Pasang KB Malah Bikin Hubungan Intim Menyakitkan? Ternyata Karena….

Kebanyakan, ovulasi terjadi sekira hari ke-14 dari siklus haid masing-masing. Namun, melakukan hubungan seks tanpa kondom usai menstruasi atau di luar perkiraan masa subur bukanlah jaminan bahwa Bunda tidak akan hamil.




Bagi Bunda dengan siklus haid yang lebih pendek, rata-rata 28 hingga 30 hari, peluang untuk hamil dapat terjadi jika berhubungan intim selama period. Misalnya, jika Bunda berhubungan intim menjelang akhir haid dan Bunda berovulasi lebih awal, Bunda bisa hamil. Karenanya, menggunakan alat kontrasepsi, kondom, atau metode perlindungan lainnya selalu menjadi cara teraman untuk mencegah kehamilan.

Perlu Bunda tahu, ovulasi terjadi ketika sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium, Sekira sebulan sekali, telur matang dan dilepaskan ke tuba falopi. Kemudian, menuju sperma yang menunggu di saluran tuba dan rahim.

Telur dapat hidup antara 12 hingga 24 jam setelah meninggalkan ovarium. Sementara sperma dapat hidup hingga lima hari setelah berhubungan intim. Implantasi sel telur yang terjadi setelah pembuahan, biasanya dilakukan 6 sampai 12 hari setelah ovulasi.

Bunda pun bisa hamil setelah haid. Dan itu bisa terjadi jika Bunda berhubungan intim menjelang akhir siklus period dan mendekati jendela subur Bunda. Di sisi lain, bisa jadi kemungkinan hamil tepat sebelum menstruasi rendah.

“Faktanya, hanya ada periode 48 jam yang ideal untuk hamil,” ujar Anate Brauer, M.D, seorang ahli endokrin reproduksi di Greenwich Fertility and IVF Centres serta obgyn di NYU School of Medicine.

Baca Juga : Simak Bun, Cara Pilih Alat Kontrasepsi Paling Efektif Cegah Kehamilan

Klik di halaman selanjutnya untuk mengetahui cara cegah kehamilan ketika berhubungan intim, Bunda.

Banner Sacha StevensonFoto: Mia Kurnia Sari