Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cara Memerah ASI dengan Tangan dan Cara Penyimpanannya

Breastfeeding and storage:  Frozen mother milk with ice around the bottles freshly taken out of the freezer.

Jakarta

Pemberian ASI bisa menjadi salah satu cara Bunda melatih manajemen waktu dan prioritas. Pasalnya, menyusui ASI eksklusif membuat Bunda harus bisa memikirkan waktu antara menyusui, beristirahat, mengurus bayi, dan -jika tidak ada yang membantu-, Bunda harus membereskan rumah.

Waktu yang sedikit ini bisa bertambah rumit jika Bunda juga berstatus sebagai ibu pekerja. Nah, dengan begitu Bunda harus bisa menyediakan waktu untuk memerah ASI. Saat ini memang sudah ada teknologi berupa pumping ASI manual atau pun eletrik, namun ada beberapa konsuler laktasi yang menyarankan agar Bunda menggunakan tangan sebagai pemerahnnya.

Bagaimana cara memerah ASI dengan tangan? Simak tipsnya berikut ya, Bun!



Cara Memerah ASI Menggunakan Tangan

Jika Bunda ingin memerah ASI menggunakan tangan, maka berikut ini adalah cara-cara yang perlu diketahui:

1. Cuci tangan dengan sabun lebih dulu untuk memastikan tangan Bunda sudah bersih sebelum memerah ASI.

2. Lalu siapkan wadah untuk ASIP (ASI perah). Bunda bisa menggunakan wadah yang lebar jika masih belum terbiasa memerah ASI.

3. Kemudian posisikan duduk Bunda sedikit maju ke depan atau membungkuk supaya ada gravitasi yang mempermudah ASI mengalir.

4. Kemudian carilah titik terbaik pada payudara, di mana ASI Anda bisa mengalir deras saat diperah. Posisikan ibu jari dan empat jari lainnya berbentuk huurf C (C Hold) dan letakkan jari-jari tangan sekitar 4 cm dari dasar puting.

Breast milk pump and baby lying on the white bedIlustrasi ASI Perah/ Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal

5. Tekan payudara secara kuat, asal jangan sampai menimbulkan sakit ke arah dalam payudara sampai dinding dada.

6. Bunda harus memastikan bahwa penekanan dilakukan ke dalam dinding dan bukan ke arah puting. Perahlah di titik yang sama, dan jangan menggesek payudara karena bisa menimbulkan luka.

7. Carilah ritme yang nyaman dengan siklus press-compress-relax layaknya bayi yang mengisap payudara saat memberikan ASI eksklusif.

8. Memerah ASI bisa Bunda lakukan sekitar 20 menit sampai ASI tidak keluar lagi.

Cara Menyimpan ASI Perah Yang Benar

Agar ASI perah Bunda tidak terbuang sia-sia, maka berikut adalah cara penyimpanannya yang benar.

1. Tempat untuk menyimpan ASIP usahakan berupa botol kaca atau plastik khusus untuk menyimpan ASI. Bunda bisa membelinya di toko-toko bayi, baik secara offline maupun online.

Baca Juga : Agar Tetap Berkualitas, Begini Teknik Penyimpanan ASI yang Benar Bun

2. Jangan lupa untuk memberikan keterangan berupa label tanggal dan waktu pemerahan ASI tersebut. Ini untuk membantu Bunda mengetahui apakah ASI sudah kedaluwarsa atau belum. Sehingga tetap aman dikonsumsi si kecil.

3. Jika akan menghangatkan ASI, maka hanya perlu dengan merendam botol di air hangat atau menggunakan mesin khusus penghangat ASI.

4. Hindari untuk mencairkan ASI beku secara langsung. Karena ASI tidaklah boleh mengalami perubahan secara mendadak. Bunda bisa mengeluarkannya lebih dulu ke chiller baru kemudian dihangatkan dengan direndam atau menggunakan penghangat ASI.

Dengan mengetahui cara memerah ASI secara benar, maka Bunda pun bisa tetap lancar memberikan ASI perah meski dalam kondisi yang sibuk sekali pun. Selain itu, penyimpanan ASIP yang dilakukan secara benar, maka Si Kecil bisa mendapatkan asupan gizinya secara aman. (PK)

Simak juga video berikut mengenai kisah Bunda Marissa Nasution yang sempat melimpah ASI namun Si Kecil malah kesulitan menyusui.

[Gambas:Video Haibunda]

(ziz/ziz)