Rab. Sep 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cara Menggunakan KB Kalender untuk Program Cegah Kehamilan

Ada berbagai jenis alat dan metode kontrasepsi yang bisa dipilih guna mengatur program hamil. Salah satunya yakni banyak dipilih yakni metode KB kalender.

Metode KB kalender dikenal juga dengan sebutan rhythm method atau calendar method. Dikutip dari Mayo Clinic, ini merupakan salah satu bentuk kontrasepsi alami lho, Bunda.

Baca Juga : Alasan Pagi Hari Jadi Waktu Paling Tepat Gunakan Alat Tes Kehamilan

Untuk menggunakan metode KB kalender, Bunda perlu melacak riwayat menstruasi untuk memprediksi kapan masa ovulasi tiba. Informasi ini juga akan membantu Bunda mengetahui kapan kemungkinan besar akan hamil.




Jika Bunda memang sedang ingin hamil atau sebaliknya, penggunaan metode KB kalender dapat digunakan untuk menentukan hari terbaik untuk berhubungan seks dan hari untuk menghindarinya

Meski terlihat mudah, metode KB kalender mengharuskan Bunda tekun mencatat jadwal haid dengan cermat. Kekeliruan menghitung hari masa subur dapat membuat kontrasepsi gagal.

Bagaimana cara menerapkan metode KB kalender?

Seperti disebutkan sebelumnya, jika ingin menggunakan metode KB kalender maka Bunda perlu tahu dulu siklus haid rutinnya. KB kalender umumnya dapat diterapkan oleh wanita dengan siklus haid yang teratur, dengan rentang 26-32 hari sebagai waktu ideal.

Apabila Bunda memiliki periode haid yang tidak teratur, sebaiknya tidak memilih metode KB kalender sebagai kontrasepsi, ya.

Pada dasarnya, metode KB kalender diterapkan dengan menentukan hari terbaik untuk melakukan atau menghindari hubungan seks tanpa kondom.

Ilustrasi KB Kalender. (Foto: iStock)

Ciri-ciri masa subur pada wanita

Agar penghitungan masa subur menjadi lebih akurat, kenali juga ciri-cirinya pada tubuh Bunda sebagai berikut:

1. Perubahan suhu basal

Dikutip dari Web MD, memeriksa suhu tubuh basal (BBT) adalah salah satu cara untuk mengetahui ciri-ciri tubuh siap berovulasi.

BBT adalah suhu tubuh di pagi hari. Tepat setelah berovulasi, suhu tubuh akan mengalami kenaikan sedikit, terkadang kurang dari satu derajat, dan tetap lebih tinggi sampai menstruasi dimulai.

2. Perubahan lendir serviks

Saat mendekati ovulasi, tubuh akan memproduksi lebih banyak estrogen, menyebabkan lendir serviks menjadi elastis dan jernih seperti putih telur.

Saat ovarium bersiap untuk melepaskan sel telur, serviks akan menghasilkan lebih banyak lendir. Kemudian, tepat sebelum berovulasi, lendir menjadi licin seperti putih telur. Tahap ini biasanya berlangsung selama 3 atau 4 hari, yaitu pada puncak masa subur.

3. Nyeri pada payudara

Gejala fisik seperti nyeri dapat dirasakan oleh kebanyakan wanita dalam masa subur. Biasanya nyeri ini terjadi pada bagian payudara dan panggul.

Pada bagian payudara, puting terasa sakit bisa menjadi tanda ovulasi. Hal ini disebabkan aliran hormon yang masuk ke tubuh tepat sebelum dan setelah ovulasi.

Sedangkan pada bagian panggul, nyeri ini dapat berlangsung di mana saja. Durasinya bisa antara beberapa menit dan beberapa jam.

Risiko kegagalan akibat metode KB kalender

Metode KB kalender merupakan salah satu cara praktis dan aman untuk membantu memetakan masa subur. Namun metode ini dianggap sebagai salah satu bentuk pengendalian kelahiran yang paling tidak efektif.

Seberapa baik metode KB kalender bekerja berbeda-beda pada tiap pasangan. Secara umum, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat ada sebanyak 24 dari 100 wanita yang menggunakan metode KB kalender gagal dan hamil pada tahun pertama.

Kegagalan ini terjadi akibat berbagai faktor. Mulai dari keliru mencatat jadwal haid, sampai kurangnya pemahaman tentang masa subur.

Selain itu, metode KB kalender juga tidak melindungi Bunda dari risiko infeksi menular seksual.

Persiapan menerapkan KB kalender

Jika Bunda tetap ingin menerapkan metode KB kalender sebagai kontrasepsi alami, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Diskusikan dengan dokter atau bidan informasi tentang hal-hal di bawah ini:

  • Baru saja berhenti minum pil KB atau kontrasepsi hormon lainnya
  • Sedang dalam masa menyusui
  • Sudah mendekati menopause
  • Memiliki siklus haid yang tidak teratur

Jika memang kondisi tidak memungkinkan untuk menerapkan KB kalender, temukan metode kontrasepsi lain yang lebih sesuai. Bisa dengan IUD, pil KB, suntik KB atau implan.

Baca Juga : Efektif Nggak Sih Sanggama Putus Sebagai Metode KB? Tanya Dokter Yuk

Demikian ulasan tentang metode KB kalender sebagai kontrasepsi alami. Sebelum memutuskan penggunaan metode ini, sebaiknya tetap konsultasi ke dokter dahulu ya, Bunda!

(som/som)