Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Detik-detik Bumil Melahirkan Secara Dramatis, Leher Dimasukkan Selang!

Ibu melahirkan

Jakarta

Sebuah momen melahirkan dramatis terjadi di New Zealand, Bunda. Dokter terpaksa melakukan pembedahan dengan mengiris tenggorokan ibu hamil demi menyelamatkan bayi dan sang ibu. Padahal prosedur penyelamatan nyawa tersebut belum pernah dilakukan di sana sebelumnya.

Ibu hamil tersebut bernama Darshi Wewalage. Sehari setelah ulang tahun ke-40, Wewalage terbaring tak sadarkan diri di meja operasi dengan bayi laki-lakinya yang belum lahir dan masih terperangkap dalam perutnya.

Baca Juga : 4 Cara Menggunakan Test Pack dengan Benar, Bunda Harus Tahu

“Saya ingat ada ketenangan di dalam ruangan. Kami harus bertindak cepat atau dia dan bayinya akan mati,” kata konsultan anestesi Dewan Kesehatan Distrik Auckland, dr.Jack Hill, kepada Herald.



Saat itu, 4 Juli 2020, Wewalage, yang hamil 29 minggu mengalami komplikasi kehamilan langka dan mengancam nyawa. Komplikasi tersebut yakni sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati, jumlah trombosit rendah), yang memengaruhi kemampuannya untuk mendapatkan oksigen untuk dirinya dan bayinya.

Hill menceritakan, kondisi ruangan medis di Auckland semakin memburuk ketika dokter tidak dapat memasukkan selang pernapasan melalui mulut Wewalage karena tenggorokannya yang bengkak. Sebaliknya, hampir 20 staf DHB Auckland, termasuk ahli bedah, ahli anestesi, dokter junior, perawat, memiliki waktu kurang dari lima menit untuk menyelesaikan tugas yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di ruang operasi.

“Itu adalah upaya tim, semua orang memainkan peran mereka,” kata Hill.

Ahli anestesi lain harus membuat sayatan di tenggorokan Wewalage dan memasukkan selang pernapasan ke paru-parunya. Ini disebut krikotirotomi bedah darurat dan hanya digunakan dalam situasi yang mengancam jiwa ketika saluran napas pasien tersumbat.

Baca Juga : Curhat Pilu Kekasih Ifan ‘Seventeen’: Suami Meninggal Saat Aku Hamil Muda

Hill, yang kariernya selama lebih dari 20 tahun, mengatakan itu adalah prosedur krisis yang mungkin hanya dilihat dokter ‘sekali seumur hidup’.

“Sebagai seorang ahli anestesi, Anda berlatih untuk itu tetapi Anda tidak pernah berpikir Anda benar-benar harus melakukannya. Itu adalah upaya terakhir yang mutlak dan tidak ada yang tahu apakah itu akan berhasil,” katanya.

“Tetapi pasien akan mati jika tidak, jadi itu harus dilakukan,” sambungnya.

Sementara itu, suami Wewalage, Rukshan Don Wijesinghe, dan putri mereka yang berusia 6 tahun, Hailey, duduk di ruang tunggu dengan cemas menunggu nasib orang yang mereka cintai.

Wewalage telah dirawat di Rumah Sakit Kota Auckland pada tanggal 1 Juli dengan tekanan darah tinggi dan detak jantung yang mengkhawatirkan. Empat hari kemudian, setelah dia menyelesaikan makan malam ulang tahunnya di rumah sakit dan mengucapkan selamat tinggal kepada suaminya yang kembali ke tempat kerja, saat itulah dokter merasa bayi Wewalage yang belum lahir tidak bergerak.

Tanpa bisa mencium suaminya, Wewalage dilarikan ke ruang operasi.

Hill mengatakan prosedur krisis yang mereka lakukan seperti pada Wewalage sangat jarang. Hanya terjadi 3,4 dari setiap 100.000 operasi caesar.

“Ini adalah tugas yang hanya bisa kami praktikkan pada model buatan,” ujar Hill.

Dalam beberapa detik setelah ahli anestesi memasukkan selang ke lehernya, bip monitor jantung kembali ke kecepatan yang stabil dan seluruh ruangan menghela nafas lega.

“Itu adalah momen yang luar biasa,” kata Hill.

Lalu bagaimana kondisi bayi Wewalage? Klik halaman selanjutnya ya, Bunda.

Baca Juga : Pamer Baby Bump, Kareena Kapoor Tetap Glowing Hamil di Usia 40 Tahun

Simak juga perjuangan Winda Idol saat hamil anak ketiga, dalam video Intimate Interview di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Pasangan Kritis Karena Ngeyel Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari

(yun/som)