Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Eksperimen Cara Membuat Magnet Sembari Mengisi Aktivitas Anak

Hands of a boy assemble a magnetic constructor. in Cheboksary, Chuvashia Republic, Russia

Jakarta

Ada banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan orang tua bersama anak. Salah satunya Bunda bisa mengajak si kecil untuk bermain.

Bermain merupakan cara belajar efektif untuk perkembangan anak. Selain menyenangkan, kegiatan ini dapat mengasah kreativitas mereka. Tentunya dalam bermain memerlukan berbagai alat permainan edukatif.

Mengutip Buku Ajar Bermain & Permainan Anak Usia Dini disebutkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini, alat permainan edukatif memiliki peranan yang cukup penting. Karena melalui alat permainan edukatif ini kegiatan pembelajaran akan berlangsung lancar, menarik, kreatif, dan menyenangkan.



Nah Bunda, salah satu alat permainan edukatif yang bisa dijadikan media pendukung kegiatan bermain anak adalah media magnet. Penggunaan magnet ini dapat menjadi media konkrit yang sederhana, karena sifatnya yang mampu menarik benda-benda tertentu terutama yang mengandung unsur logam.

Alat permainan tersebut dapat memberikan pengalaman langsung pada anak untuk memahami tentang medan magnet dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui media magnet, anak dapat mengetahui tentang sifat-sifat magnet serta benda-benda apa saja yang bisa ditarik dan tidak oleh magnet.

Baca Juga : 7 Cara Mengenalkan Huruf untuk Mengajari Anak Belajar Membaca dengan Fun

Apa itu magnet?

Magnet adalah suatu kemampuan objek atau benda yang dapat menarik suatu benda-benda lain di sekitarnya. Kemampuan ini disebut dengan daya tarik, yaitu gaya yang diberikan oleh magnet saat menarik.

Dilansir dari laman National Geographic, daya tarik adalah gaya yang diberikan oleh magnet ketika mereka menarik atau menolak satu sama lain. Daya tarik disebabkan oleh gerak muatan listrik.

Setiap bahan terdiri dari unit-unit kecil yang disebut dengan atom. Setiap atom memiliki elektron, yaitu partikel yang membawa muatan listrik. Elektron mengelilingi inti atom yang menyebabkan medan magnet.

Jumlah elektron yang berputar ke arah berlawanan dapat membatalkan daya tarik mereka. Hal itulah yang menyebabkan benda yang berbahan seperti kain atau kertas dikatakan memiliki daya magnet yang lemah.

Sedangkan benda berbahan seperti besi, kobalt, dan nikel memiliki daya magnet yang kuat karena memiliki medan magnet.

Magnet sendiri memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan, Bunda. Apabila dua kutub yang berbeda disatukan maka akan terjadi sifat tarik menarik. Sebaliknya, jika kutub yang sama didekatkan maka akan saling tolak-menolak.

Cara membuat magnet

Magnet dapat dibuat dari bahan besi, baja, serta campuran bahan logam lainnya. Magnet telah banyak dimanfaatkan penggunaannya, diantaranya seperti untuk dinamo sepeda, jarum kompas, hingga generator pembangkit listrik.

Adapun ini bisa dibuat sendiri guna menghasilkan sifat kemagnetan dari suatu benda. Dikutip dari berbagai sumber, magnet dapat dibuat dengan tiga cara, Bunda, yaitu dengan cara menggosok, cara induksi, dan cara menggunakan arus listrik.

1. Menggosok

Cara membuat magnet paling sederhana dengan menyentuhkan besi atau baja dengan magnet batang. Besi merupakan bahan yang akan dibuat menjadi magnet. Sementara magnet batang merupakan magnet permanen.

Magnet dapat dibuat dengan cara menggosok-gosokkan kutub sebuah magnet pada besi atau baja secara berulang dan searah. Semakin banyak gosokan yang dilakukan, semakin kuat sifat kemagnetan besi atau baja tersebut.

2. Induksi

Merupakan cara mendekatkan atau menempelkan suatu benda dengan batang magnet permanen tanpa menyentuhnya.

Cukup mendekatkan besi atau baja yang bukan dari bahan magnet dengan besi atau baja yang bersifat magnet. Kemudian, besi atau baja tersebut akan menjadi magnet dengan sendirinya.

Ketika besi atau baja dijauhkan dari bahan magnet tersebut, maka akan sangat mudah kehilangan sifat magnetnya. Karena sifat kemagnetannya ini hanya berlangsung sementara.

3. Arus listrik

Cara terakhir yaitu dengan memberikan benda magnetis dengan aliran listrik. Proses pembuatan magnet dengan cara ini disebut juga dengan elektromagnetik.

Pembuatannya pun cukup mudah. Bunda cukup menyiapkan kawat (kabel) berarus listrik searah (DC) dililitkan di sekitar batang baja atau bahan lainnya (semisal paku) yang akan dibuat menjadi magnet.

Tidak lupa, kawat tersebut harus dihubungkan dengan baterai terlebih dahulu, yang nantinya susunan magnet pada besi atau baja tersebut akan didapat dari arus DC baterai.

Arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Sehingga, kekuatan gaya magnet semacam ini tergantung pada kuatnya arus yang mengalir ke dalam lilitan kawat serta juga tergantung pada banyaknya lilitan kawat yang berada di sekitar batang baja atau bahan magnet lainnya.

Sifat kemagnetan benda yang dialiri arus listrik berlangsung sementara. Ketika arus listrik terputus, sifat kemagnetan benda tersebut akan hilang pula.

Baca Juga : 11 Pilihan Mainan Anak Tiga Tahun, Salah Satunya Magnetic Block yang Lagi Hit

Simak juga Bunda, panduan memilih mainan sesuai usia anak pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(haf/haf)