Ming. Apr 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Hamil 1 Bulan, Begini Perkembangan Janin per Minggunya Bunda

Picture of young pregnant woman in her home holding hands on belly

Selamat atas kehamilan Bunda! Hamil 1 bulan bisa dibilang mirip dengan berdiri di garis start marathon ya. Bunda tahu kalau perjalanan yang harus ditempuh masih panjang, tetapi siap untuk tantangannya. Antisipasi dan kegembiraan seringkali menjadi inti dari hamil 1 bulan pertama. 

Lalu, apa sebenarnya arti hamil 1 bulan? Sebenarnya sejak kapan dan bagaimana ya Bunda hamil? Kehamilan diukur atau diberi tanggal dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Dilansir Baby Center, jika memiliki siklus menstruasi rata-rata 28 hari, Bunda mungkin mengalami ovulasi sekitar dua minggu setelah HPHT. Sekitar waktu ini, salah satu ovarium melepaskan sel telur, yang masuk ke tuba falopi. Lalu, ia bertemu sperma pasangan dan kemudian sel telur yang telah dibuahi melakukan perjalanan ke rahim. 

Baca Juga : Penyebab Keguguran pada Ibu Hamil, Bunda Perlu Tahu

Pada hamil 1 bulan pertama, rasanya sama seperti saat Bunda mengalami kembung sebelum menstruasi, peningkatan progesteron dan sejumlah hormon reproduksi lainnya yang terjadi saat pembuahan dapat menyebabkan kembung, Bun. Pada tahap ini, rahim Bunda mulai membesar tetapi masih cukup kecil.



Gejala saat hamil 1 bulan

Di awal kehamilan ini, Bunda mungkin tidak akan melihat banyak gejala. Tetapi itu tidak berarti bulan pertama tidak memiliki gejala. Berikut beberapa hal yang mungkin dapat Bunda perhatikan mengenai gejala saat hamil 1 bulan, dikutip dari Health Line.

Kelelahan

Bnda belum mengetahui kalau Bunda hamil, tetapi tubuh Bunda bekerja lebih keras untuk menjadikan dirinya menjadi lingkungan yang ramah bagi bayi Bunda. Dan inilah yang menyebabkan Bunda sering merasa pada hamil 1 bulan pertama.

Sakit payudara

Hormon, seperti progesteron dan estrogen, meningkat, dan itu bisa membuat payudara Bunda terasa sakit seperti saat ingin menstruasi.

Kram dan nyeri perut

Gejala yang satu ini membuat orang sedikit gugup, tetapi mengalami kram ringan atau sakit perut bukan hal yang aneh di awal kehamilan. Rahim Bunda mengalami banyak perubahan dan itu pasti akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Di awal kehamilan juga bisa membuat Bunda sembelit dan kembung, yang mungkin membuat perut Bunda terasa tidak enak. Namun, tidak satu pun dari ini seharusnya sangat menyakitkan, mungkin terasa seperti kram menstruasi.

Buang air kecil sepanjang waktu

Gejala ini biasanya akan hilang pada trimester kedua, tetapi kenyataannya Bunda mungkin perlu tahu di mana semua kamar mandi, sepanjang waktu, sampai bayi Bunda lahir. Ginjal Bunda meningkatkan produksi kotoran selama kehamilan, sehingga Bunda akan sering buang air kecil.

Bercak

Sama seperti kram, gejala yang satu ini membuat banyak membuat orang panik tetapi juga umum terjadi pada awal kehamilan. Bercak merah muda atau cokelat muda umumnya sering ada di awal kehamilan. Bisa jadi akibat implantasi, peningkatan hormon, iritasi serviks, atau kram rahim. Ingat ya Bun kalau Bunda mengalami pendarahan yang banyak, perlu diperiksakan dengan dokter kandungan Bunda.

Belum ada muntah

Berlawanan dengan gejala populer, kebanyakan orang belum memulai hari dengan muntah yang biasa. Mual di pagi hari biasanya dimulai sekitar 6 minggu dan mencapai puncaknya pada 8 atau 9 minggu. Beberapa orang langsung merasa mual, tetapi di awal kehamilan, Bunda cenderung tidak muntah.

Baca Juga : Bunda Perlu Tahu, 6 Tanda-tanda Umum Sedang Hamil

Simak juga Bunda, ciri-ciri hamil yang jarang disadari, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner para mualafFoto: Mia Kurnia Sari

(som/som)