Ming. Mei 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Jangan Berlebihan, Terlalu Banyak Tidur Saat Hamil Berisiko untuk Janin

Portrait of young happy pregnant woman standing by the window

Hamil memang membuat kondisi tubuh Bunda berbeda. Pada beberapa orang, rasa lelah yang ada selama hamil jadi terasa lebih sering datang dan jauh lebih berat. Akibatnya Bunda seperti sering kehabisan energi dan merasa mengantuk. 

Meski demikian, tidur berlebihan pun tidak baik, Bunda. Suhasini Inamdar, Konsultan Obstetri dan Ginekolog, Rumah Sakit Ibu, Bangalore, berbicara tentang efek tidur berlebihan selama kehamilan dilansir Pink Villa.

Baca Juga : Kenali Bunda, Cara Mengatasi Mual Saat Hamil dengan Terapi Akupresur

“Selama trimester pertama dan ketiga kehamilan Anda, wajar jika Anda merasa lebih lelah dari biasanya. Volume darah dan kadar progesteron Anda meningkat selama trimester pertama.  Anda bisa merasa mengantuk akibat ini,” kata Inamdar.

Sama halnya pada trimester ketiga, membawa bayi dengan berat ekstra dan merasa cemas dengan waktu persalinan, membuat Bunda ingin menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur.

National Sleep Foundation juga merekomendasikan selama kehamilan normalnya tidur 7 hingga 9 jam tidur, tetapi jika Bunda tidur lebih dari 10 jam maka itu dapat disebut sebagai tidur berlebihan selama kehamilan.  

Sebuah studi internasional, yang dipimpin oleh Michigan Medicine, menunjukkan bahwa tidur lebih dari sembilan jam per malam selama kehamilan dapat dikaitkan dengan bayi lahir mati yang terlambat (late stillbirth).  

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Birth menunjukkan adanya hubungan antara lamanya waktu tidur Bunda dan lahir mati yang tidak tergantung pada faktor risiko lainnya. Namun, para peneliti memperingatkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan dan implikasinya pada Bunda hamil. 




Bukan hanya tidur berlebih, sering terbangun dari tidur di malam hari juga dapat mengkhawatirkan Bun. Tekanan darah dikatakan paling rendah selama tidur, tetapi ketika seseorang terbangun, peningkatan aktivitas sistem saraf terjadi, menyebabkan peningkatan tekanan darah secara intermiten. 

“Perubahan tekanan darah singkat ini mungkin dapat menghindari tekanan rendah dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya. 

Seperti diketahui, tekanan darah rendah telah dikaitkan dengan cacat pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan lahir mati, jadi ini sangat penting.

Bagaimana jika bunda hamil kurang tidur

Bunda hamil juga harus menghindari bangun di tengah malam. Kurang tidur dikaitkan dengan hasil kehamilan yang buruk, seperti pertumbuhan yang terhambat dan kelahiran prematur.  

Jangan putus asa apabila Bunda mengalami kesulitan tidur nyenyak selama kehamilan. Ada banyak hal yang dapat Bunda lakukan untuk mengubah kebiasaan tidur. Inamdar bilang, dengan berolahraga secara teratur, Bunda bisa tidur lebih nyenyak.

Baca Juga : Kisah Bunda Trauma Hamil Usai Alami Morning Sickness Ekstrem

Olahraga harian juga akan memberi Bunda lebih banyak energi untuk menjalani hari dan membantu tubuh tetap sehat yang dibutuhkan saat melahirkan bayi. Selain itu, pijatan juga bisa sangat menenangkan dan merangsang tidur! Ini juga dapat membantu Bunda merasa lebih baik dan mengurangi beberapa rasa sakit dan nyeri yang menyertai kehamilan.

(fia/fia)