Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Kisah Maria Eitel, Eks Staf Gedung Putih yang Terinspirasi Gadis Ethiopia

Jakarta

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu, Forbes mengeluarkan daftar 15 pemimpin wanita inspiratif. Urutan pertama yakni Kamala Harris. Namun kali ini, HaiBunda akan membahas wanita yang berada di urutan ke-10 yakni Maria Eitel.

Sekilas tentangnya, Maria Eitel menghabiskan masa awal kariernya dengan bekerja di Gedung Putih dan Microsoft. Ia lalu bergabung dengan Nike sebagai Wakil Presiden yang mengemban Tanggung Jawab Perusahaan.

Baca Juga : Kisah Mualaf Bule Hijaber, dari Terjerumus Dunia Malam hingga Jadi Pendakwah

“Seorang mantan reporter televisi, Maria (Eitel) bergabung dengan NIKE pada tahun 1998 sebagai Wakil Presiden pertama di bidang Tanggung Jawab Perusahaan. Dia sebelumnya bekerja di Urusan Media Gedung Putih, di mana dia adalah Asisten Khusus Presiden George H.W Bush,” demikian penjelasan dalam global.girleffect.org.




Pada 2004, ia mendirikan Nike Foundation lalu mencetuskan Girl Effect, yakni gagasan bahwa remaja putri memiliki kemampuan unik untuk menghentikan kemiskinan sebelum kesengsaraan itu dimulai. Wanita asal Amerika Serikat ini bertujuan membantu 250 juta gadis muda di bawah garis kemiskinan dengan empat bidang utama.

Keempat bidang itu adalah mengakhiri pernikahan dini dan menunda kelahiran pertama, meningkatkan kesehatan dan keselamatan anak perempuan, meningkatkan penyelesaian sekolah menengah, serta meningkatkan akses ke aset ekonomi.

Karyanya itu telah membantu jutaan perempuan muda di seluruh dunia. Ada yang menarik pula di balik kariernya di Nike, Bunda. Eitel dikenal gara-gara Girl Effect dan membantu menyelamatkan Nike dari ‘mimpi buruk’. Ia memimpin saat perusahaan diubah menjadi panutan internasional.

Setelah menyelamatkan Nike, ia kemudian menyasar kemiskinan di negara berkembang. Caranya dengan memusatkan perhatian pada kehidupan remaja perempuan.

Maria Eitel rupanya ditantang oleh pendiri Nike untuk melakukan sesuatu yang besar dan berdampak. Apa yang dilakukannya? Baca di halaman berikutnya ya, Bunda.

Baca Juga : Kisah Anne Avantie Nikah Usia 19 Tahun & Cerai di 21 Tahun, Tak Menyesal Gagal

Simak juga profil Marissa Hutabarat, hakim pertama Amerika yang berdarah Indonesia, dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]