Rab. Jul 28th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Kisah Pilu Anak TKW Hidup Sendiri di Arab, Ibu Meninggal dan Ayah Balik ke Bangladesh

Jakarta

Sejatinya setiap anak memiliki hak untuk dilindungi dan mendapat kasih sayang orang tuanya. Tapi sayangnya, hal tersebut tak bisa lagi didapatkan oleh Hisyam, Bunda.

Bocah keturunan Indonesia-Bangladesh ini tinggal di Arab Saudi sebatang kara. Ibundanya merupakan orang Pontianak yang lama tinggal di Madura, sementara sang ayah merupakan warga asli Bangladesh.

Bocah 11 tahun itu terpaksa hidup sebatang kara di Arab Saudi lantaranya bundanya meninggal dan ayahnya kembali ke negaranya.




Baca Juga : TKW Kerja di Vila Keluarga Raja Arab Digaji Rp 38 Juta & Bonus Rp 60 Juta, Tugasnya?

Kisah kehidupan Hisyam ini diceritakan oleh pemilik akun YouTube Sahabat Kacong, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di Arab. Hisyam hidup sebatang kara sejak satu tahun yang lalu, Bunda. Tepatnya ketika sang ibunda meninggal dunia di bulan Ramadhan.

Pria yang karib disapa Kacong itu, bisa dibilang merupakan sosok yang penting bagi hidup Hisyam. Ia dianggap seperti ayah sendiri oleh Hisyam. Kacong sendiri dalam Bahasa Madura berarti anak laki-laki, Bunda. Jadi, kemungkinan bukan nama asli sang pemilik YouTube tersebut. 

Banner Santriwati Dinikahi Miliuner Arab/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

“Udah lama bersama aku, dan dia tuh enggak punya keluarga lagi di sini. Makanya sekarang bawa dia [ke Mekkah], bisa berdoa untuk mamanya. Mamanya dia itu udah meninggal, satu tahun yang lalu,” ujar Kacong.

Saat pertama tinggal bersama Kacong, Hisyam tak bisa berbahasa Indonesia, sehari-hari ia menggunakan Bahasa Arab. Namun, seiring waktu, ia perlahan bisa menggunakan Bahasa Indonesia.

Yang menyedihkan, Hisyam telat sekali untuk memulai belajar. Untung hal tersebut cepat diketahui oleh Kacong, di usia 10,5 tahun, Hisyam baru diajari baca tulis, dan mengaji.

Ada satu hal yang membuat Kacong kerap terenyuh melihat Hisyam. Ketika mengingat mendiang ibunda, Hisyam terlihat sedih dan memilih tak membahas kematian sang ibunda.

“Mamanya meninggal di bulan Ramadhan tanggal 17. Saya ingat betul waktu kejadian mamanya meninggal itu anak ini, waktu mamanya meninggal, dia menceritakan kejadiannya,” kata Kacong.

Ibunda dari Hisyam meninggal di kamar rumahnya. Sang ibunda meninggal dalam keadaan sujud. “Mama ana mateh [mati dalam Bahasa Madura],” kata Kacong mengulang kalimat yang disampaikan Hisyam kala itu.

Kacong juga menceritakan bagaimana sosok ibunda dari Hisyam sebelum meninggal. Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Baca Juga : Hijaber RI Harus Tidur Sekamar dengan Bos Taiwan, Banjir Doa & Bikin Salut

Simak juga keutamaan dan amalan di 10 hari terakhir Ramadhan:

[Gambas:Video Haibunda]