Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Madu sebagai Penyubur Kandungan, Bagaimana Manfaatnya?

Jika Dimasak Madu Bisa Jadi Racun

Jakarta

Bunda pasti sudah tahu bahwa madu memiliki banyak manfaat. Selain memiliki rasa yang manis, madu merupakan bahan makanan yang dikenal bagus untuk kesehatan.

Hal tersebut karena madu memiliki sifat obat, yang menjadi bahan pengganti gula maupun pemanis buatan. Selain itu, kandungan yang ada di dalamnya kaya akan nutrisi seperti vitamin dan mineral, serta antioksidannya yang tinggi berfungsi membantu meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penyakit.

Mengingat kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi membuat madu digunakan sebagai salah satu pengobatan alami untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Selain itu madu juga dianggap bisa meningkatkan peluang untuk hamil yang mempengaruhi kesuburan.



Beberapa ahli di organisasi yang berbasis di London, Emma’s Diary mengatakan bahwa madu selama berabad-abad telah dianggap sebagai makanan super yang meningkatkan kesuburan.

“Ini sangat kaya akan mineral dan asam amino yang menyehatkan sistem reproduksi,” kata mereka, dikutip dari laman Punchng.

Madu telah dianggap sebagai obat mujarab untuk meningkatkan kesuburan alami dari masa ke masa. Hal ini terdapat pada sejarah kebiasaan orang Mesir kuno yang mengonsumsi madu untuk kesuburan.

Sebagai bahan herbal yang berpotensi sebagai penyubur kandungan, madu tentu memiliki kandungan tertentu untuk membantu Bunda dan pasangan menjadi lebih subur.

Baca Juga : Madu Dipercaya Suburkan Kandungan & Bikin Cepat Hamil, Faktanya…

Perlu diketahui bahwa kandungan dalam madu baik untuk kesuburan wanita serta pria, Bunda. Mengutip dari berbagai sumber, adapun efek khasiat yang dihasilkan seperti:

Manfaat madu untuk wanita

Madu dianggap mampu meningkatkan kualitas sel telur dan memelihara kesehatan ovarium, Bunda. Tak bisa dimungkiri, terjadinya infertilitas pada wanita disebabkan oleh faktor dari kesuburan itu sendiri.

Sejumlah ahli nutrisi mengemukakan bahwa madu memang dapat meningkatkan kemampuan dan kesuburan wanita. Menurut Susan Fletcher, seorang ahli nutrisi sekaligus ahli terapi lebah (apitherapy), madu dapat merangsang kelenjar seksual wanita, merangsang ovarium untuk berovulasi agar cepat hamil.

Disamping itu, kandungan vitamin, zat besi, mineral, dan antioksidan dalam madu juga berfungsi memelihara sistem reproduksi serta meningkatkan fungsi ovarium dan kualitas sel telur, guna mempersiapkan rahim untuk segera hamil.

Portrait of a happy young couple cuddling at home.Ilustrasi suami istri/ Foto: Getty Images/iStockphoto/bernardbodo

Manfaat madu untuk pria

Tidak hanya wanita, pria juga disarankan untuk mengonsumsi madu. Di India, meminum madu yang dicampur dengan susu dapat meningkatkan jumlah sperma laki-laki yang berpengaruh pada stamina dan daya tahan seksualnya.

Sedangkan menurut pengobatan Ayurveda, telah menggunakan madu selama bertahun-tahun untuk memperkuat air mani atau sperma pada laki-laki. Dua sendok makan madu yang diminum secara teratur sebelum tidur berkhasiat menimbulkan efek menyuburkan.

Dalam sebuah studi yang berjudul Role of Honey in Modern Medicine, madu dipercaya dapat meningkatkan jumlah sperma yang cukup banyak.

Kandungan vitamin B merupakan zat penting untuk memproduksi testosteron. Sudah banyak penelitian yang mengemukakan korelasi positif antara testosteron dan asupan madu.

Oksida nitrat adalah senyawa penting lainnya yang diperlukan untuk fungsi organ reproduksi pria, terutama pada pria dengan ereksi disfungsional atau impotensi.

Telah dibuktikan bahwa jumlah konsumsi madu 100 gram dapat meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah hingga persen, Bunda.

Baca Juga : 7 Makanan Penambah Sperma, Bantu Sukseskan Program Hamil

Cara minum madu

Meski tergolong aman, ternyata madu dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Apalagi diketahui bahwa tidak semua madu yang beredar di pasaran merupakan murni madu asli, Bunda.

Sehingga disarankan untuk tidak berlebihan untuk mengonsumsinya. Terutama ketika Bunda dan Ayah sedang dalam upaya meningkatkan kesuburan. .

Berdasarkan data Dietary Guidelines for Americans menyebutkan bahwa takaran gula yang disarankan lebih rendah dari 10 persen kalori yang dikonsumsi setiap hari.

Sementara mengutip The American Heart Association merekomendasikan, untuk wanita sebaiknya tidak melebihi 100 kalori per hari sedangkan untuk pria tidak lebih dari 150 kalori sehari.

Oleh karena itu, pilihlah jenis madu organik yang terpercaya serta tidak mengonsumsinya secara berlebihan, terutama bagi penderita diabetes.

Selain itu, menyajikan madu dalam kondisi panas justru dapat menghilangkan manfaat madu itu sendiri lho Bunda.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan National Center for Biotechnology (NCBI), memanaskan atau memasak madu dapat menurunkan kualitas dan membuat enzim serta nutrisi penting lain pada madu menjadi hilang.

Simak juga Bunda, tips diet langsing dengan air madu, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Pasangan Kritis Karena Ngeyel Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari

(haf/haf)