Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Menentukan Jadwal Berhubungan Seks agar Cepat Hamil, Perlukah Dilakukan?

ilustrasi test pack

Bagi pasutri yang sedang program hamil, menentukan jadwal berhubungan seks sering dianggap membantu. Terutama dengan memerhatikan pola ovulasi Bunda.

Ya, dikutip dari Very Well Family, agar cepat hamil Bunda bisa mencoba menerapkan beberapa hal. Mulai dari jadwal berhubungan seks, frekuensi seks, hingga faktor-faktor lain yang perlu dilakukan.

Baca Juga : 3 Posisi Seks dengan Suami Supaya Bunda Cepat Hamil

1. Bagaimana menentukan jadwal berhubungan agar cepat hamil?

Untuk menentukan jadwal berhubungan seks dengan tujuan tersebut, langkah pertamanya adalah dengan menentukan masa subur. Masa subur tersebut yaitu lima hari menjelang ovulasi hingga hari ovulasi itu sendiri.



Di antara rentang tersebut, waktu yang dipercaya paling ideal yakni dua hari sebelum dan saat ovulasi. Melakukan hubungan seks di waktu tersebut bisa meningkatkan peluang hamil.

Saat hari ovulasi tiba, ovarium akan mengeluarkan sel telur yang sudah matang ke rahim. Nantinya, sel telur ini diharapkan dapat bertemu dengan sperma.

Faktanya, sperma bisa bertahan hidup di dalam tubuh wanita selama lima hari. Maka dari itu, mengupayakan sperma berada di saluran telur saat ovulasi pun penting guna meningkatkan peluang hamil.

2. Cara mengetahui kapan waktu ovulasi tiba

Nah, bagaimana sebenarnya cara mengetahui periode ovulasi? Dilansir What to Expect, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan. Mulai dari menghitung siklus menstruasi, melihat adanya lendir pada vagina, hingga mengecek suhu basal tubuh.

Menghitung siklus menstruasi

Untuk menentukan masa ovulasi dari hitungan siklus menstruasi, caranya yakni dengan menghitung titik tengah periode tersebut. Misalnya Bunda memiliki siklus menstruasi 30 hari, maka ovulasinya kira-kira jatuh pada hari ke-15. Namun demikian, perlu dipahami bahwa ada sebagian wanita yang berovulasi tidak pada masa pertengahan siklus menstruasi.

Melihat adanya lendir pada vagina

Perhatikan juga perubahan pada lendir vagina ya, Bunda. Umumnya lendir vagina tampak bening, namun saat ovulasi warnanya akan menjadi agak putih kental.

Mengecek suhu basal tubuh

Saat ovulasi, suhu basal tubuh akan sedikit naik. Ya, basal body temperature (BBT) yang merupakan suhu tubuh saat baru bangun dari tidur minimal 3-5 jam ini akan berubah pada saat ovulasi.

Menggunakan alat uji ovulasi

Alat uji ovulasi sudah banyak dijual di pasaran. Biasanya, alat ini akan bekerja dengan mendeteksi hormon tertentu dalam urine. Agar hasilnya akurat, pastikan Bunda menggunakannya dengan tepat sesuai petunjuk, ya.

3. Berapa banyak frekuensi hubungan seks yang diperlukan agar cepat hamil?

Pada dasarnya, berapa banyak frekuensi yang diperlukan bergantung juga pada riwayat kesehatan. Misalnya apakah ada masalah kesuburan yang dialami pasutri, seperti masalah pada kualitas dan kuantitas sperma.

Sebagian ahli berpendapat bahwa agar cepat hamil, pasutri tak perlu berhubungan seks lebih dari sekali dalam sehari. Meski tampaknya hal ini dapat meningkatkan peluang hamil, tapi terlalu sering berhubungan seks justru bisa mengurangi kuantitas dan kualitas sperma.

Ya, jika Bunda merasa sulit menentukan hari ovulasi, jadwal berhubungan agar cepat hamil pun bisa dilakukan dengan rutin saja. Para ahli merekomendasikan pasutri untuk berhubungan setiap pekan, dengan jeda satu hari sekali.

4. Faktor pendukung agar cepat hamil selain menentukan jadwal berhubungan

Selain menghitung siklus haid, menentukan hari ovulasi dan menerapkan jadwal berhubungan, agar cepat hamil pasutri juga perlu memerhatikan faktor lain. Di antaranya berkaitan dengan gaya hidup sehat lho, Bunda.

Mengendalikan berat badan sehat

Berat badan yang terlalu kurus atau bahkan terlalu gemuk diam-diam juga turut memengaruhi kesuburan seseorang

Berhenti merokok dan menjauhi paparan asapnya

Ingatkan suami untuk berhenti merokok agar kesuburan tetap terjaga. Pun demikian dengan Bunda. Hindari menjadi perokok, baik secara aktif maupun pasif, sebab kandungan racun dalam rokok dapat meningkatkan risiko infertilitas dan keguguran.

Rutin olahraga dan atur pola makan

Sebagai bentuk usaha mengontrol berat badan, jangan lupa untuk rutin olahraga, ya. Selain itu, atur juga pola makan dan hindari konsumsi kafein berlebihan. Diketahui konsumsi kafein terlalu banyak (lebih dari 4-5 gelas kopi per hari, misalnya) berisiko dapat menurunkan tingkat kesuburan.

Agar lebih efektif, diskusikan tentang jadwal berhubungan seks ini secara berkala dengan suami ya, Bunda.

Baca Juga : Tips Seks untuk Tingkatkan Peluang Cepat Hamil

Simak juga manfaat bercinta di trimester terakhir kehamilan, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Fanny Fabriana Sekeluarga Terkena Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari

(som/som)