Kam. Apr 15th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Orgasme saat Bercinta bagi Ibu Hamil, Berbahaya atau Tidak?

Happy couple in the bedroom in the morning, standing in the open window. Man embracing her pregnant wife.

Jakarta РOrgasme merupakan kondisi yang diidam-idamkan pasutri saat bercinta. Namun sering kali kondisi ini dianggap berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Tak heran jika justru banyak ibu hamil memilih untuk menghindarinya.

Kontraksi dini dan persalinan prematur menjadi salah satu risiko yang dipercaya bisa dialami oleh ibu hamil. Jadi, sebenarnya amankah ibu hamil orgasme saat berhubungan seks?

Baca Juga : 4 Posisi Seks Nyaman untuk Wanita Setelah Melahirkan

Menurut dokter spesialis kandungan Ashley S. Roman, MD, orgasme sebenarnya sah-sah saja bagi ibu hamil. Bahkan orgasme pada ibu hamil bisa memberikan banyak manfaat sehat. Demikian dikutip dari The Bump.



“Jika wanita hamil berhubungan seks dan orgasme, setelah itu mungkin perutnya terasa kencang. Ini karena orgasme memang dapat memicu kontraksi kecil. Tapi ini tak perlu dikhawatirkan berlebihan,” ungkap Roman.

Ia menegaskan, orgasme saat hamil tidak akan membahayakan ibu maupun janin di dalam kandungannya.

Namun demikian, hal ini tetap perlu diperhatikan terutama jika kehamilan Bunda disertai dengan kondisi lain. Maka ada baiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

“Misalnya ada riwayat plasenta previa, vasa previa, atau ada gangguan pada rahim, orgasme sebaiknya dihindari karena berisiko memicu terjadinya persalinan prematur,” pesan Roman.

Dikutip dari Very Well Family, saat hamil orgasme justru sebenarnya bisa lebih mudah didapatkan, lho. Ini karena adanya peningkatan aliran darah ke area panggul.

Jika tidak ada masalah medis, orgasme saat hamil sebenarnya justru bisa memberikan manfaat. Misalnya memberikan sensasi rileks, melancarkan aliran darah, serta menambah bonding dengan suami.

Dilansir Healthline, orgasme pada umumnya lebih mudah didapatkan oleh ibu hamil saat memasuki trimester kedua. Pada waktu ini, keluhan morning sickness sudah berkurang dan baby bump belum terlalu besar.

Tapi bukan berarti aktivitas seks saat hamil tak perlu diperhatikan ya, Bunda. Jika setelah melakukan hubungan intim atau orgasme muncul keluhan seperti kram perut, segera cek ke dokter kandungan.

Nantinya, dokter akan memeriksa apakah ada pengaruh atau masalah yang benar dialami karena orgasme. Intinya, selama dilakukan dengan hati-hati, orgasme tidak melulu berbahaya bagi ibu hamil.

Baca Juga : 5 Tips Seks untuk Tingkatkan Peluang Hamil: Posisi hingga Orgasme

Simak juga video makanan yang perlu dihindari agar durasi seks lebih lama:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner GKR BendaraFoto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

(kuy/kuy)