Sab. Mar 6th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Pahami Fakta Sesungguhnya dari Superfood yang Tidak Selalu Bergizi Super

Ilustrasi superfood

Jakarta

Superfood merupakan sebutan untuk kelompok makanan yang kaya akan berbagai macam zat nutrien, seperti antioksidan, serat, asam lemak, yang dipercaya sangat bermanfaat untuk kesehatan. Makanan yang termasuk dalam golongan superfood antara lain salmon, brokoli, dan blueberry.

Istilah superfood tersebut pertama kali muncul di awal abad ke-20 sebagai bentuk promosi penjualan buah pisang yang dinilai murah, mudah dicerna, dan kaya akan zat bergizi. Akan tetapi, hingga saat ini sebenarnya tidak ada definisi standar dalam dunia medis mengenai istilah superfood tersebut.

Baca Juga : Murah dan Bergizi, 8 Jenis Ikan untuk MPASI Selain Salmon

Dalam kurun waktu 2011 hingga 2015, terdapat peningkatan sekitar 200% produk makanan dan minuman baru yang dirilis dengan membawa predikat ‘superfood‘, ‘superfruit‘, atau ‘supergrain‘. Contoh produk tersebut antara lain moringa, seaweed, blueberry, ginger, turmeric, matcha, oats, barley, chickpeas.




Banner Resep Telur

Penelitian membenarkan berbagai manfaat kesehatan yang diberikan oleh produk-produk tersebut. Namun, menyebutnya sebagai superfood memang lebih terkesan untuk menekankan nilai pemasaran (marketing) saja ketimbang nilai kandungan nutrisi makanan tersebut.

Tren superfood meyakini para konsumennya bahwa dengan menerapkan pola diet tertentu, kita dapat memperlambat proses penuaan, menurunkan risiko depresi, serta meningkatkan kemampuan fisik dan kecerdasan.

Baca Juga : 5 Tips Meningkatkan Kualitas ASI demi Hasilkan Gizi Terbaik

Dengan begitu, masyarakat didorong untuk memiliki gaya hidup sehat termasuk pola makan supaya terhindar pula dari penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker. Di sisi lain, tren tersebut membuat masyarakat mempunyai ekspektasi yang tidak realistis hanya dengan mengonsumsi satu atau dua jenis makanan.

Ilustrasi superfoodIlustrasi superfood/ Foto: Getty Images/alle12

Pada akhirnya, beberapa orang hanya akan fokus pada kelompok makanan tertentu saja dan berpikir bahwa dengan memakan satu-dua jenis superfood tersebut, maka akan terhindar dari penyakit kronis dan masalah kesehatan lainnya. Padahal, kenyataannya, konsumsi superfood artinya membatasi makanan ke dalam beberapa pilihan saja. Hal tersebut dapat menurunkan nutrisi yang seharusnya dapat dikonsumsi secara optimal.

Lalu haruskah superfood ini dikonsumsi? Ataukah lebih baik mengasup gizi dari sumber makanan lain saja? Simak jawabannya di HALAMAN SELANJUTNYA ya, Bun.

Simak juga video berikut mengenai gizi anak yang melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM)

[Gambas:Video Haibunda]