Jum. Agu 6th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Pelayanan KB Masa Pandemi, Haruskan Ke Faskes untuk Kontrol?

Pemeriksaan ke dokter

Jakarta

Penggunaan kontrasepsi dalam program KB mengalami perubahan selama masa pandemi COVID-19, Bunda. Selama kurun waktu tersebut, terjadi penurunan penggunaan alat kontrasepsi lho.

Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), program KB merupakan intervensi kunci untuk menyelamatkan jiwa ibu dan anak bila pasangan menjarangkan kehamilan lebih dai dua tahun. KB bahkan dapat mencegah lebih dari 30 persen angka kematian ibu dan 10 persen angka kematian anak.

Baca Juga : 5 Cara Cepat Hamil Setelah Lepas KB, Bunda Perlu Tahu

Menurut hasil survei Knowledge Hub Kesehatan Reproduksi Indonesia, prevalensi yang tidak menggunakan KB selama masa pandemi mengalami kenaikan dari 31,8 persen menjadi 35,2 persen. Artinya, terjadi penurunan prevalensi penggunaan alat, obat, atau cara KB sebesar 3,4 persen.




“Bila dilihat dari besaran kenaikannya, prevalensi ini dianggap kecil. Namun, mengingat survei ini dilakukan dalam situasi pandemi, kemungkinan besar angka tersebut akan meningkat,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M. Kes, dalam Webinar ‘Nyaman, Praktis, Terlindungi dengan KB Suntik 2 Bulan, Andalan Gestin F2’, via Zoom, Selasa (27/4/21).

banner sahabat benci bayi/ Foto: haibunda.com/Mia Kurnia Sari

Selama masa pandemi, sektor pelayanan kontrasepsi memang berubah menyesuaikan kebutuhan. KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang utama pada masa pandemi adalah menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, Bunda.

Berikut panduan pelayanan KB selama masa pandemi COVID-19 menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN):

1. Akseptor IUD/Implan/MOW/MOP

Bunda tidak perlu kontrol bila menggunakan KB jenis ini. Apabila ada keluhan, bisa membuat perjanjian dengan petugas kesehatan untuk pemeriksaan.

2. Akseptor suntik atau pil

Bunda diharapkan datang ke petugas kesehatan sesuai jadwal dengan membuat janji sebelumnya. Jika tidak memungkinkan, maka dapat menggunakan kondom, pantang berkala, atau senggama terputus.

3. Calon pengantin

Selama pandemi, bimbingan perkawinan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi keluarga dan bimbingan lain ditunda pelaksanaannya, kecuali untuk pelayanan administrasi dan pencatatan nikah.

Pelayanan KB sejauh ini paling banyak dilakukan di bidan. Selain rumah sakit, puskesmas paling banyak dikunjungi untuk pelayanan ini.

Nah, bagi Bunda yang berkunjung ke bidan, simak panduan yang perlu dipahami tentang pelayanan KB di halaman berikutnya.

Simak juga cara menghitung KB kalender, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]