Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Pentingnya Hormon Progesteron Selama Kehamilan, Bunda Perlu Tahu

Portrait of female obstetrician smiling at pregnant woman in doctors office, copy space

Jakarta – Hormon progesteron mungkin akrab di telinga Bunda selama kehamilan. Tetapi, tak sedikit Bunda yang mengetahui betapa pentingnya hormon yang dikenal sebagai hormon kehamilan tersebut.

Melansir Myfertilitycenter, hormon progesteron membantu sel telur yang dibuahi ditanamkan ke dalam rahim untuk membentuk kehamilan serta membantu menjaga kehamilan yang sehat.

Baca Juga : Tanda-tanda Hamil Dilihat dari Perubahan Payudara

Wanita memang secara alami menghasilkan hormon progesteron di ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal selama kehamilan. Selama program IVF (in vitro fertilization), hormon progesteron sering diberikan karena obat-obatan yang digunakan dalam proses tersebut mengurangi produksi alami hormon pada wanita.



Hormon progesteron adalah hormon yang dibuat di awal kehamilan oleh kista di ovarium yang disebut corpus luteum. Kista folikel ovarium ini terus memproduksi progesteron selama 10 minggu selama kehamilan.

Setelah minggu-minggu awal tersebut, maka plasenta mengambil alih produksi progesteron. Selama trimester pertama, kadar progesteron meningkat secara eksponensiao, tetapi tidak lama kemudian menjadi stabil.

Hormon progesteron menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sempurna bagi ovarium untuk menampung janin dengan menjaga otot rahim tetap rileks dan membantu sistem kekebalan tubuh mentolerir DNA asing. 

Ketika Bunda sedang menjalani IVF, hormon progesteron terkadang perlu ditambah. Folikel ovarium wanita mungkin juga tidak berkembang dengan baik dan mungkin tidak mengeluarkan cukup progesteron sendiri. Dalam keadaan ini, progesteron juga perlu ditambahkan.

Hormon progesteron juga disekresikan selama awal kehamilan dan mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Ini menyebabkan fase luteal dimulai dan mengubah lapisan rahim dengan menebalkannya untuk menerima embrio.

Baca Juga : Penjelasan Dokter Mengapa Perut Ibu Hamil Besar Meski Berat Janin Rendah

Embrio sendiri merupakan hasil dari sel telur saat dibuahi oleh sperma. Saat mengejar kehamilan, embrio yang telah dibuahi akan mencapai rahim secara normal 5 hari setelah ovulasi. Kemudian, dua hari setelahnya akan menempel di dinding rahim. 

Setelah menempel di dinding rahim, inilah saat puncak kadar hormon progesteron. Bagi Bunda yang menjalani IVF, biasanya Bunda akan menjalani suplementasi hormon progesteron untuk membantu mendorong embrio yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.

Simak juga Bunda ciri hamil dilihat dari perubahan kulit dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Tips Cantik Sehat Saat PandemiBanner Tips Cantik Sehat Saat Pandemi/ Foto: Mia Kurnia Sari

(rap/rap)