Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Perjuangan 5 Bunda Penuh Haru: Jadi Kuli Bangunan hingga Tukang Parkir Demi Anak

Abdominal pain patient woman having medical exam with doctor on illness from stomach cancer, irritable bowel syndrome, pelvic discomfort, Indigestion, Diarrhea, GERD (gastro-esophageal reflux disease)

Jakarta

Perjuangan bunda selalu menyimpan kisah haru. Setiap bunda rela melakukan apa saja demi buah hatinya. Mereka tak gentar demi membesarkan rasa cinta yang sudah terbentuk sejak mengandung Si Kecil.

Ya, bunda mana yang tahan melihat anaknya menderita? Mereka akan berjuang untuk melihat senyum merekah di wajah anak-anaknya. Apa saja akan mereka lakukan, termasuk mengerjakan hal-hal berat.

Baca Juga : 3 Kisah Istri ‘Bucin’ ke Suami, Donor Ginjal hingga Jadi Pencuci Piring

Mulai dari kuli bangunan sampai jadi juru parkir, para bunda tangguh ini rela mengais rezeki demi memenuhi kebutuhan anak. Perjuangan itu tidaklah sia-sia, sebab anak mereka tumbuh jadi anak yang kuat.

Meski tak beruntung seperti anak-anak lain, para bunda tangguh ini terus berjuang agar anaknya mendapatkan kebahagiaan. Berikut ini kisah haru perjuangan lima bunda untuk anak-anak mereka.




1. Jadi kuli bangunan

Sebuah kisah pilu terjadi di Bali. Bunda bernama Kadek Santo rela jadi kuli bangunan demi membiayai sekolah anaknya. Kadek yang sudah berusia setengah abad itu bertugas mengecat tembok SDN 26 Dangin Puri, Denpasar.

“Ya pertamanya diajak suami, setelah anak saya besar-besar, baru saya ikut. Biasa saya ngaci atau ngecat,” kata Kadek Santo, dikutip dari detikcom.

Kadek bekerja sebagai kuli bangunan setiap harinya sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Tentunya, ia baru bisa bekerja usai menyelesaikan tugas di rumah. Kadek Santo terlebih dahulu memasak dan beres-beres rumah sejak pukul 05.00 pagi.

Ia sudah melakukan rutinitas itu selama 20 tahun lebih, Bunda. Ia selalu mengenakan kaus dan celana lengan panjang, topi, serta kaus kaki sebagai seragam. Perjuangan Kadek hanya menghasilkan upah sebesar Rp100 ribu per hari, yang digunakan untuk biaya sekolah dan uang jajan anak.

“Kerja begini dapat upah 100 ribu per hari, dulu selama anak saya masih kecil saya ibu rumah tangga aja. Pas anak sudah agak gede, baru saya tinggal kerja, apalagi banyak kan tetangga-tetangga yang juga kerja begini, ya hasilnya buat sekolahkan anak, kasih jajan anak,” ujarnya.

Berkat pengorbanan tersebut, Bunda empat anak ini berhasil mengirim anak sulungnya kuliah dan jadi guru. Sedangkan anak bungsunya bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA.

Baca Juga : 3 Wanita Sukses Jadi CEO Perusahaan Dunia, Ada yang Mulai Bisnis dari 11 Tahun

Bunda, simak kisah mengharukan lain di halaman berikutnya.

Saksikan juga video Marissa Hutabarat, hakim berdarah Indonesia pertama di Amerika Serikat.

[Gambas:Video Haibunda]