Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Putri Keraton Boleh Nikahi Pria Bukan Ningrat, Ternyata Ini Syaratnya

GKR Bendara dan suami, KPH Yudanegara

Jakarta

Keluarga Kerajaan identik dengan darah biru atau ningrat. Inilah sebabnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara ramai diberitakan saat menikah dengan Achmad Ubaidillah, yang bukan keturunan ningrat.

GKR Bendara dan pria yang akrab disapa Ubay itu menikah pada 2011, Bunda. Pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X ini jadi perbincangan publik lantaran sang mempelai pria bukan berdarah biru, serta berasal dari luar Jawa, yakni Bengkulu.

Baca Juga : Kocak! Putri Keraton di-DM Orang Jualan Keris, Begini Jawabnya

Setelah menikah, suami GKR Bendara resmi menyandang nama Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara. Achmad Ubaidillah merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang awalnya dinas di Jakarta dan kini sudah pindah tugas ke Yogyakarta.



Saat mengingat momen pernikahan, GKR Bendara mengungkap, itu bukan masalah besar bagi keluarga Kerajaan Yogyakarta. Karena sebelumnya, sudah ada anggota keluarga yang menikah dengan orang keturunan luar Jawa.

“Anak-anak dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX pun ada yang menikah dengan orang Kalimantan, Sulawesi, jadi tidak ada masalah pernikahan beda suku,” ungkap GKR Bendara, saat Intimate Interview HaiBunda via Zoom, beberapa waktu lalu.

Meski diizinkan menikah, ia dan suami ternyata harus memenuhi syarat, Bunda. GKR Bendara pun mengakui, tak mudah bagi KPH Yudanegara menyesuaikan diri terhadap adat budaya Keraton.

“Masih work in progress karena sebenarnya, budaya tidak bisa dipelajari dalam waktu setahun, dua tahun,” ucapnya.

Baca Juga : Kisah Cinta GKR Bendara & Suami PNS: Antara Skripsi dan Seragam Hansip

Lalu, apa sih syarat Putri Keraton Yogyakarta boleh dinikahi pria bukan keturunan ningrat? Yuk, Bunda simak penuturan GKR Bendara selengkapnya di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner GKR BendaraFoto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

(muf/muf)