Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Serba-serbi Nyeri Ovulasi: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Nyeri panggul dan kram tak biasa yang terjadi saat ovulasi tak bisa dianggap enteng. Sebab ada beberapa faktor penyebab nyeri ovulasi yang perlu penanganan dokter.

Apakah Bunda pernah merasakan sakit di punggung? Dikutip dari Very Well Health, Mittelschmerz atau nyeri ovulasi memiliki efek rasa sakit di panggul dan kram yang terjadi selama ovulasi. Kata Mittelschmerz berasal dari Jerman yang berarti ‘nyeri di tengah-tengah’.

Baca Juga : 7 Tanda Haid yang Mirip dengan Ciri Hamil, Salah Satunya Kram Perut

Ini biasanya mengacu pada ketidaknyamanan yang dirasakan beberapa wanita ketika sel telur dilepaskan dari ovarium. Ovulasi sendiri terjadi kira-kira di pertengahan siklus menstruasi Bunda.




Penyebab nyeri ovulasi

Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua pekan setelah hari pertama menstruasi. Selama periode waktu ini, terjadi perubahan hormonal yang merangsang ovarium untuk melepaskan sel telur. 

Setiap sel telur berkembang di dalam kompartemennya sendiri yang dikenal sebagai folikel. Stimulasi ovarium menyebabkan pembengkakan beberapa folikel, guna mempersiapkan mereka melepaskan sel telur. 

Proses ini seringkali dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Darah atau cairan yang dikeluarkan dari folikel yang pecah dapat mengiritasi lapisan perut (peritoneum), sehingga menyebabkan rasa sakit. Pada sebagian wanita ini menjadi nyeri ovulasi.

Hanya satu dari folikel ini yang melepaskan sel telur ke tuba falopi. Proses pelepasan ini disebut sebagai ovulasi.

Terkadang bisa juga terjadi perdarahan dari folikel ovarium yang pecah. Cairan ini dan mungkin juga darah dapat dilepaskan ke panggul dan memicu iritasi pada lapisan perut serta panggul.

Tanda dan gejala nyeri ovulasi

Sekitar 20 persen wanita mengalami nyeri parah atau kram saat ovulasi. Wanita yang mengalami Mittelschmerz, biasanya merasakan ada nyeri atau kram yang tajam di satu sisi perut bagian bawah.

Gejala lain nyeri ovulasi yang terkadang terjadi yakni mual dan/atau pendarahan ringan atau muncul flek. Namun demikian, rasa sakit, kram, dan gejala lain yang terkait dengan nyeri ovulasi biasanya hanya berlangsung 6-8 jam.

Nyeri ovulasi sering kali juga digambarkan sebagai nyeri yang mungkin tumbuh secara bertahap atau tiba-tiba terasa sakit.

Jika Bunda mengalami nyeri ovulasi, pastikan untuk mencatat:

  • Waktu saat merasakannya
  • Penjelasan tentang rasa sakit
  • Gejala lain yang dimiliki

Informasi ini penting dan umumnya perlu diketahui untuk membantu menentukan penyakit Bunda. Nantinya, dokter dapat memberi obat sesuai kebutuhan.

Pengobatan nyeri ovulasi

Agar tak semakin memburuk, ada beberapa pilihan pengobatan nyeri ovulasi. Di antaranya yaitu:

Paparkan suhu hangat

Gunakan kompres hangat atau bantal pemanas untuk membantu meredakan ketidaknyamanan Bunda akibat nyeri ovulasi.

Gunakan obat tertentu 

Obat antiinflamasi seperti ibuprofen atau naproxen sodium dapat membantu meredakan nyeri. Tapi ingatlah untuk tidak minum obat ini saat perut kosong.

Beri pijatan

Tekanan lembut atau pijatan pada perut dapat membantu meredakan distensi gas.

Ya, dilansir Mayo Clinic, karena panas meningkatkan aliran darah, mengendurkan otot yang tegang, dan meredakan kram, Bunda mungkin perlu juga berendam di bak mandi air hangat. 

Pencegahan nyeri ovulasi

Sangat umum untuk memiliki rasa tidak nyaman di tengah siklus haid. Tetapi jika Bunda mengalami nyeri ovulasi yang signifikan setiap bulan, pertimbangkan untuk segera cek ke dokter.

Bunda mungkin juga harus mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi hormonal.

Pil KB, patch kontrasepsi, atau cincin kontrasepsi sama-sama bekerja dengan menekan ovulasi. Jika Bunda tidak berovulasi, maka Bunda tidak akan mengalami nyeri ovulasi atau Mittelschmerz.

Kapan nyeri ovulasi perlu diperiksakan ke dokter?

Terkadang nyeri ovulasi pada siklus haid bisa menjadi tanda masalah yang lebih signifikan. Bisa jadi dengan ovarium atau mungkin infeksi panggul.

Nyeri ovulasi ini menjadi perlu diperhatikan segera setelah muncul gejala tertentu. Termasuk di antaranya:

  • Demam, bisa jadi pertanda adanya penyakit lain
  • Nyeri tidak berkurang
  • Nyeri yang berlangsung lebih dari dua atau tiga hari
  • Pendarahan hebat selama ovulasi
  • Memiliki keputihan selain nyeri panggul
Baca Juga : Cara Menggunakan KB Kalender untuk Program Cegah Kehamilan

Demikian ulasan tentang nyeri ovulasi, mulai dari faktor penyebab, gejala khas, serta cara tepat penanganannya. Ingat ya Bunda, jika rasa sakitnya konsisten cobalah untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan patuhi anjuran minum obatnya (jika ada).

(som/som)