Jakarta () – dr. Arini Astarini Widodo Sp.KK, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa stretch mark bersifat permanen, namun dengan tata laksana yang cepat dan tepat hal tersebut dapat dikurangi gejala dan rasa gatalnya.

dr. Arini menjelaskan bahwa selama proses kehamilan banyak mengalami perubahan pada tubuhnya, mulai dari rambut yang menebal, kaki yang membengkak, hidung yang membesar serta garis-garis merah pada perut. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah kemunculan stretch marks.

Stretch marks sendiri terjadi ln selama proses kehamilan kulit tertarik dengan cepat dan tiba-tiba. Perubahan berat badan yang rata-rata naik hingga 13,5 kg membuat kulit merenggang.

"Stretch marks itu sebenarnya permanen ya, dia tidak bisa hilang. Tapi dengan tata laksana yang tepat dan cepat bisa mengurangi gejalanya dan gatal," ujar dr. Arini dalam webinar Dae Organics pada Kamis.

Meski tidak semua wanita hamil mengalaminya, ada beberapa faktor yang membuat seseorang memiliki stretch marks seperti hamil di usia muda, memiliki riwayat keluarga dengan stretch marks, meningkatnya berat badan selama kehamilan, BMI ibu tinggi sebelum kehamilan dan berat janin besar.

dr. Arini juga mengatakan bahwa stretch marks juga dipengaruhi oleh gen, usia, dan kebiasaan sang ibu selama kehamilan.

"Ada beberapa gangguan yang sifatnya fisiologis dan enggak. Setiap kulit tentu berbeda-beda, pada ibu tertentu ada yang enggak bisa dihilangkan sama sekali tapi kalau kita jaga kelembapannya dan hidrasi bagus, kita mengurangi risisko baik dari risiko kejadian atau keparahannya," jelas Arini.

Untuk menghindari terjadinya keparahan stretch marks selama ataupun sesudah kehamilan, ibu hamil wajib mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, menghidrasi kulit, memperhatikan peningkatan berat badan serta tidak menggaruk rasa gatal pada perut saat hamil.

"Olahraga juga, kalau kita olahraga itu dapat mencegah dan memperbaiki keadaan tersebut. Ibu hamil juga perlu menggunakan minyak dan krim untuk penyembuhan. Stretch marks itu terjadi pada usia kehamilan 7 bulan ke atas, jadi dari sebelumnya mulai dilakukan treatment," kata dr. Arini.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2022