Ming. Jun 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Susuk Suami Luruh Sehari Setelah Nikah, Habis Itu Aku Jijik Padanya

Ilustrasi istri menangis

Jakarta

Saya dan suami saat ini statusnya berpisah. Belum bercerai, agak susah bercerai karena di Katolik ngga bisa cerai secara gereja.

Bisa aja cerai secara negara karena memang kami dapat dua akta nikah; gereja dan sipil. Tapi jika proses ini nekat saya ambil, saya ngga boleh terima hosti (kepingan putih bentuk bulat) seumur hidup saat Misa.

Baca Juga : Pengacara Ungkap Alasan Aa Gym Gugat Cerai Teh Ninih

Kenapa? Karena dianggap sebagai pendosa yang ngga bisa taat akan janji pernikahan. Kalaupun dikabulkan cerai secara gereja, maka itu harus disahkan sampai ke Vatikan. Kalo ngga begitu, saya dan dia statusnya tetap suami-istri. FYI, perceraian di gereja Katolik disebut “pembatalan pernikahan” dan itu harus karena alasan yang kuat tak terbantahkan.




Alasan saya ingin cerai? Saya jijik sama dia sejak hari pertama menikah. Demi Tuhan manapun, saya juga ngga tahu kenapa bisa mau aja sama dia dulu sampe tiga tahun pacaran. Bahkan selama pacaran, saya yang modalin. Tapi rasa itu hilang semua, sehari setelah nikah.

Setelah tujuh tahun menikah, barulah saya sadar perkataan salah seorang saudara saya, yang melihat segenggam tanah merah di bawah kursi di ruang tamu yang diduduki orang tuanya saat melamar saya.

Ilustrasi pasangan bertengkar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Vichakorn

Jadi, dia bukan pake susuk untuk saya, melainkan susuk pemikat untuk siapa saja yang mau sama dia akan terikat. Luruhnya susuk itu mulai terasa di hari pertama saya menikah dan kami honeymoon ke Bali.

Sumpah saya ada rasa jijik ke suami yang baru saya nikahi itu. Berbagai cara saya gunakan agar kami ngga berhubungan intim. Dan berhasil….! Ketika kami sampai kembali ke Jakarta dan akhirnya bercampur, saya jijik. Untunglah dia hanya bertahan lima menit dan saya bisa meloloskan diri.

Baca Juga : Dicerai, Mantan Istri PNS Pangkat Terendah Bisa Terima Rp3,4 Juta/Bulan

Kalau saya bisa membalik waktu, saya pikir saya itu cinta bukan kepalang padanya saat pacaran. Saat pacaran pun, (maaf), status dia saat itu adalah buruh pabrik susu.

Sedangkan saya lulusan S1 dengan pekerjaan yang lumayan. Memang saat itu dia akhirnya kursus sistem komputer dan melamar kerja back office sebagai drafter.

Pada 2009 sampai 2019, dia kerja di satu tempat yang sama. Namun, setelah Lebaran, dia resign tanpa bilang saya. Oiya, sampe hari ini dia ngga ada sama sekali kasih saya duit “jatah istri”. Ngga ada…! Hingga sekarang pun kami masih hidup menumpang di rumah Ibu saya.

Kenapa juga akhirnya saya bisa hamil? Lihat di HALAMAN SELANJUTNYA ya, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]