Tetap Hati-hati, Ini Tips Aman Berhubungan Seks Saat Hamil Muda

Berhubungan seks saat hamil muda alias trimester pertama memang sering kali membuat para bunda hamil khawatir. Aktivitas ini dianggap pasti dapat memicu keguguran. Benarkah demikian?

Dikutip dari Parenting First Cry, pada kehamilan trimester pertama memang tubuh Bunda akan mengalami berbagai perubahan. Mulai dari perubahan hormonal, nafsu makan, hingga aliran darah. Kombinasi ini dapat menurunkan gairah seks.

Baca Juga : Tanda-tanda Hamil 1 Minggu, Mungkinkah Bisa Terdeteksi?

Namun demikian, sebagian bunda hamil lain justru mengalami sebaliknya. Libido justru kian meningkat, sehingga frekuensi seks bertambah. Kedua kondisi ini masih tergolong wajar dan bisa berbeda-beda pada tiap bunda hamil.




Apakah berhubungan seks saat hamil muda aman dilakukan?

Berhubungan saat hamil muda sebenarnya aman, ini karena pada dasarnya rahim memiliki otot yang kuat sehingga berpotensi mencegah kemungkinan keguguran. Penis tidak dapat melewati vagina, sehingga tidak akan sampai mengganggu janin yang tengah bertumbuh.

Namun yang pasti, sesuaikan aktivitas seks yang Bunda lakukan dengan kondisi kesehatan. Pastikan juga untuk melakukan sewajarnya dan tidak menerapkan posisi seks yang ekstrem.

Tanda-tanda hubungan seks perlu ditunda saat hamil muda

Meskipun berhubungan saat hamil muda biasanya aman bagi wanita, namun ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Jika Bunda mengalami salah satu kondisi ini, sebaiknya tunda dahulu hubungan seks dan lakukan konsultasi dengan dokter:

  • Memiliki riwayat keguguran
  • Merasa mual atau kelelahan yang luar biasa
  • Hamil bayi kembar
  • Memiliki letak plasenta yang rendah
  • Mengalami insufisiensi serviks (kondisi di mana serviks tidak cukup kuat)

Posisi berhubungan seks saat hamil muda yang aman

Agar kehamilan di trimester pertama tetap aman, pastikan Bunda menerapkan posisi seks yang tepat. Utamanya hindari posisi yang menekan perut karena berisiko membahayakan janin. Beberapa posisi seks yang bisa dicoba yakni:

Woman on top

Saat melakukan posisi woman on top, wanita berada di atas sehingga tidak ada tekanan berlebih di area perut. Selain itu, Bunda juga bisa lebih leluasa mengontrol kedalaman penetrasi yang nyaman.

Di sisi ranjang

Istri berbaring di tepi tempat tidur dengan lutut ditekuk, sementara suami melakukan penetrasi dari arah depan sambil berdiri. Posisi ini mirip seperti posisi misionaris, hanya saja tanpa tekanan pada perut. 

Spooning

Posisi berbaring berdampingan seperti sendok ini memungkinkan penetrasi dilakukan lebih nyaman. Bunda juga bisa menghindari adanya tekanan pada perut dengan posisi spooning.

Posisi berhubungan seks saat hamil muda yang sebaiknya dihindari

Ada beberapa posisi seks yang sebaiknya dihindari selama periode awal kehamilan, terutama karena dianggap dapat menekan perut dan berisiko membahayakan janin. Apa saja?

Posisi berdiri

Suami dan istri sama-sama berdiri saling berhadapan, kemudian suami mengangkat istri sambil penetrasi. Kedua kaki istri dilingkarkan di tubuh suami. Ini merupakan posisi seks yang sebaiknya dihindari karena dapat memberikan tekanan pada perut.

Misionaris

Posisi wanita di bawah alias misionaris merupakan posisi klasik yang banyak disukai. Tapi sebaiknya hindari dahulu posisi seks ini saat hamil muda ya, Bunda. Ini karena perut berisiko tertekan dan membahayakan janin, lho.

Jika tetap ingin melakukan posisi misionaris, pastikan suami menahan berat beban tubuhnya sendiri dan lakukan dengan cepat alias quickie.

Baca Juga : Tanda-tanda Hamil 1 Hari, Apakah Bisa Dideteksi?

Benarkah berhubungan seks saat hamil muda menyebabkan keguguran?

Dikutip dari What to Expect, berhubungan seks saat hamil muda (12 minggu pertama) sebenarnya aman. Tidak selalu pasti melakukan hubungan seks di trimester pertama akan terjadi keguguran. Sebab si Kecil aman dan nyaman di dalam rahim Bunda, serta jauh dari kemungkinan terkena penis saat penetrasi.

Nyatanya, berhubungan seks di trimester pertama justru memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Bunda. Salah satunya membantu melancarkan aliran darah, terutama jika seks dilakukan hingga mencapai orgasme.

Selain itu, aktivitas seks juga bisa memberikan manfaat psikologis. Adanya pelepasan endorfin selama momen romantis ini dapat membuat Bunda merasa rileks, bahagia, dan lebih mampu menghadapi perubahan yang terjadi pada tubuh di trimester pertama.

Demikian ulasan tentang aman atau tidaknya berhubungan seks saat hamil muda. Ingat, meskipun aman untuk melakukannya, tetap waspada dan segera konsultasi ke dokter jika timbul keluhan seperti kram perut atau muncul bercak darah.

(som/som)