Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Waspadai Mirror Syndrome Saat Kehamilan, Komplikasi Kembar Ibu dan Janin

Kehamilan

Jakarta – Berbagai komplikasi pada kehamilan bisa muncul, Bunda. Termasuk salah satunya Mirror Syndrome yang membuat ibu hamil menjadi stres.

Mirror Syndrome biasanya dikenal sebagai Ballantyne Syndrome atau triple edema. Biasanya terjadi ketika janin mengalami penumpukan cairan yang tidak normal sedangkan ibu mengalami preeklamsia yaitu kondisi tekanan darah tinggi. Hal ini sering disebut Mirror Syndrome karena kesamaan gejala antara ibu dan bayi.

Baca Juga : Anemia pada Ibu Hamil, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Gejalanya biasanya meliputi pembengkakan parah, tekanan darah tinggi, pertambahan berat badan yang berlebihan dalam waktu singkat, adanya protein dalam urine yang menjadi gejala umum preeklampsia.



Dan, salah satu tanda yang menandakan adanya Mirror Syndrome adalah hemodilusi yang ditemukan selama tes darah. Hemodilusi terjadi ketika ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah. Biasanya, hal ini disebabkan oleh peningkatan cairan, seperti dikutip dari laman Upmc.

Penyebab dan komplikasi mirror syndrome biasanya disebabkan adanya fetal hydrops yakni pengumpulan cairan di dalam janin. Cairan bisa menumpuk di bawah kulit, di perut, di sekitar paru-paru, atau di sekitar jantung.

KehamilanIlustrasi Kehamilan/ Foto: iStock

Mirror syndrome dapat menyebabkan keadaan darurat dan semakin memburuk dimana dapat menyebabkan kematian,”ujar Theresa Tacy, MD, Associate Professor of Pediatrics di School of Medicine, seperti dikutip dari laman Stanford.

Karenanya, penting untuk diperhatikan gejala dari mirror syndrome sesegera mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebab, terkadang gejala ini bisa tumpang tindih dengan kondisi lain, seperti preeklampsia, sehingga pemeriksaan dan diagnosis profesional sangatlah penting. 

Baca Juga : 5 Tanda-Tanda Keguguran pada Hamil Trimester Pertama

Melansir Very Well FamilyMirror Syndrome bisa disalahartikan dengan kondisi preeklampsia sehingga penting untuk memeriksakan kondisi kehamilan lebih awal. 

Mengingat kasus Mirror Syndrome sangat jarang, pengobatan dapat bervariasi tergantung pada situasinya. Perawatan pun seringkali dapat bergantung pada penyebab yang mendasarinya serta tingkat keparahannya. 

Jika penyebabnya diketahui dan dapat diobati, pengobatannya dapat meringankan gejala Mirror Syndrome bagi ibu dan bayinya. Karenanya, utarakan gejala yang dirasakan secara spesifik pada dokter sehingga bisa dilakukan tindakan dini yang menjadi kunci dalam diagnosis dan pengobatan Mirror Syndrome.

Semoga membantu ya, Bunda.

Simak juga cerita istri dari almarhum Bani ‘Seventeen’ yang tengah hamil ketika sang suami menjadi korban tsunami.

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Pramugara SriwijayaBanner Pramugara Sriwijaya/ Foto: Mia Kurnia Sari

 

 

(ziz/ziz)