Kam. Mei 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Adu Kuat Saham Unggas di Bulan Puasa, CPIN versus JPFA dkk

Pekerja memasukkan ayam hasil peternakan di Kawasan Kali Baru, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). Harga ayam potong ditingkat peternak kisaran harga Rp22 ribu- Rp24 ribu per ekor. meski jelang imlek harga ayam potong normal dan permintaan dari pasaran tengkulak juga standar. menurut para pekerja tengkulak ayam justru jelang lebaran dan tahun baru permintaan ayam meningkat. peternakan ayam dikawasan tersebut dapat menghasilkan 2000-3000 ayam potong sehari. Dan ayam tersebut di bawa ke pasar-pasar di daerah kawasan Depok, Cibinong hiingga pasar minggu.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Indonesia – Harga rerata daging ayam ras segar cenderung naik di minggu pertama bulan Ramadan tahun ini. Kenaikan harga daging ayam didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat di kala bulan puasa.

Melansir situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional rerata harga daging ayam ras segar dalam sepekan terakhir naik 3,42% menjadi Rp 37.750/kg. Sementara itu, dalam sebulan harga daging ayam ras segar terangkat 8,32%.

Naiknya harga daging ayam, seiring dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga, tentu akan menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten sektor perunggasan (poultry). Apalagi, di tengah upaya pemulihan kinerja fundamental perusahaan setelah sejak Maret tahun lalu ‘dihantam’ pandemi Covid-19.

Lantas, bagaimana dengan kinerja saham emiten poultry dalam sebulan terakhir?

Emiten mana yang menjadi jawaranya?

Di bawah ini Tim Riset Indonesia menyajikan tabel mengenai gerak saham emiten unggas dalam sebulan belakangan, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 16 April 2021.

Menurut tabel di atas, secara harian, kinerja saham emiten unggas tercatat variatif, dengan saham WMUU mengalami kenaikan tertinggi.

Adapun, dalam sebulan terakhir, mayoritas saham emiten poultry melesat, kecuali saham SIPD, yang malah anjlok 6,33%.

Saham emiten yang melantai sejak Desember 1996 ini memang tergolong saham yang jarang bergerak, setidaknya dalam sebulan belakangan. Dalam sebulan, saham emiten yang sebelumnya bernama PT Sierad Produce Tbk ini stagnan sebanyak 9 kali, menghijau 5 kali dan terkoreksi 8 kali.

Sementara, dalam sebulan saham MAIN menjadi yang paling moncer, dengan kenaikan 24,03% ke Rp 955/saham. Di posisi kedua ada saham JPFA yang melesat 20,77% ke Rp 2.210/saham.

NEXT: Analisis Kinerja

Baca:

Laris Manis! Asing Borong 10 Saham Ini Sepekan, Mau Ikutan?