Ming. Mei 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Aksi Jerry-Patrick Walujo hingga Rencana Besar Erick di KRAS

Menteri BUMN, Erick Thohir  (Dok.BUMN)

Jakarta, Indonesia – Bursa saham domestik kembali berakhir di teritori positif sejalan dengan aksi borong saham yang dilakukan pelaku pasar asing. Kamis kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ditutup naik 0,48% ke level 6.079,50 poin.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi harian kemarin mencapai Rp 10,16 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,01 juta kali. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp 291,42 miliar.

Beberapa saham yang paling banyak ditransaksikan di antaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Net Syariah Tbk (BANK) hingga PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Sebelum memulai transaksi pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (16/4/2021), cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia:

1.Aksi Jerry Ng & Patrick Walujo Belum Berhenti

Duo investment bankers lokal, Jerry Ng dan Patrick Walujo kembali melakukan aksi korporasi yang membuat pelaku pasar saham domestik heboh. Beredar kabar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan multifinance, PT BFI Finance Tbk (BFIN), yang secara tidak langsung merupakan perusahaan terafiliasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, BFIN dikabarkan akan diakusisi oleh Bank Jago (ARTO) pada kisaran harga Rp 850-Rp 900 per saham sebagai angka potential tender offer.

“Berita ini muncul setelah adanya indikasi bahwa Bank Jago akan melebarkan sayap untuk membeli perusahaan leasing company/multifinance,” menurut sumber tersebut.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Direktur BFI Finance, Sudjono, tak membenarkan maupun membantah rumor di kalangan pelaku pasar ini. Ia juga tidak mengelaborasi lebih jauh apakah memang sudah ada pembicaraan awal mengenai rencana akuisisi BFIN oleh Bank Jago. “Terima kasih atas informasinya,” katanya saat dihubungi Indonesia, Rabu (15/4/2021).

Sementara itu, Jerry Ng, sampai berita ini dituliskan belum memberikan tanggapannya mengenai rencana ini.

Baca:

Gilak! Saham Bank Syariah Ini Cuan 3.600%, Shopee Siap Masuk?

2.Diam-diam Emtek Tak Lagi Pengendali DANA, Siap Merger OVO?

Perusahaan induk Indosiar dan SCTV, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek ternyata sudah menjual kepemilikan saham senilai 6% atas entitas cucu usahanya yakni PT Elang Andalan Nusantara (EAN) kepada pihak ketiga. Entitas tersebut merupakan perusahaan penyedia aplikasi dompet digital DANA.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, penjualan Emtek atas 6% saham EAN ini membuat status cucu usaha ini berubah menjadi entitas asosiasi.

Perusahaan melepas kepemilikan saham tidak langsung di EAN melalui anak usaha Emtek yakni PT Kreatif Media Karya (KMK). Sebelumnya KMK memegang 55% kepemilikan saham di EAN.

EAN merupakan perusahaan hasil kerja sama KMK dan API Hongkong Investment Limited, entitas usaha Alibaba Group. EAN memiliki fokus utama di bidang transaksi bisnis online dengan menyediakan platform pembayaran digital yang dikenal luas dengan nama dompet digital DANA.

3.PTPN III Sudah Restrukturisasi Utang Rp 36 T, Ini Rinciannya

Perusahaan holding perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perkebunan Nusantara III (Persero) telah melakukan restrukturisasi utang perbankannya senilai Rp 36 triliun. Nilai utang yang telah direstrukturisasi tersebut dari total utang yang mencapai Rp 45,3 triliun.

Corporate Secretary Holding PTPN Imelda Alini mengatakan hingga saat ini perusahaan terus berupaya menyelesaikan sisa dari nilai kredit yang belum direstrukturisasi tersebut. “Sampai detik ini Rp 36 triliun. Tapi hari ini pun sedang berproses,” kata Imelda kepada Indonesia.

Dia menyebutkan keseluruhan kredit tersebut berasal dari kredit kepada perbankan Himbara, bank swasta nasional dan sisanya merupakan kredit sindikasi dari bank asing.

4.Laba Emiten Emas Sandi Uno Ambles 49% Jadi Rp 521 M

Emiten tambang emas yang sahamnya dimiliki Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mencatatkan laba bersih sebesar US$ 36,19 juta atau setara dengan Rp 521,14 miliar sepanjang tahun 2020, dengan asumsi kurs Rp 14.400 per US$.

Nilai tersebut anjlok 48,57% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 70,83 juta atau sekitar Rp 1,01 triliun. Penurunan laba bersih ini berimbas pada anjloknya nilai laba bersih per saham dasar menjadi US$0,0017 dari sebelumnya USD0,0033.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Kamis ini (15/4), sepanjang tahun 2020, pendapatan usaha MDKA mengalami penurunan sebesar 20,14% menjadi US$ 321,86 juta atau setara Rp 4,63 triliun dari sebelumnya US$ 402,03 juta.

NEXT: Ada Rencana Erick Thohir di KRAS

Baca:

Wow! Ada IPO Perusahaan Wulan Guritno hingga Yusuf Mansur