Sen. Mei 17th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Apakah Kita Sudah Normal? Kunjungan ke Restoran Melonjak 117%

Jakarta, Indonesia – Kunjungan ke restoran di April 2021 mengalami lonjakan. Bahkan, tingkat kesibukan menyentuh 117% pada jam-jam sibuk.

Angka tingkat kesibukan ini diperoleh dari pengamatan terhadap ribuan restoran di sembilan kota besar. Hal tersebut diungkapkan oleh Riset Mandiri Institute, yang melakukan live monitoring terhadap aktivitas pada tempat belanja dan restoran di Indonesia.

Baca:

Tanda Apa Ini? Ritel-Restoran Sudah Seperti Sebelum Pandemi

Monitoring tingkat kunjungan tersebut dilakukan terhadap 5.872 tempat belanja dan 9.626 restoran. Observasi dilakukan setiap hari pada pukul 12.00 – 14.00 dan 17.00 – 20.00.

Pada awal April 2021, tingkat kunjungan restoran pada jam merupakan yang tertinggi sejak Awal tahun 2021. Dalam rentang 8-16 Januari 2021, kunjungan restoran mencapai 66%, kemudian kunjungan sempat turun menjadi 64% pada periode 8-15 Februari 2021.

Kendati demikian, pada 8-24 Maret 2021 kunjungan restoran kembali naik menjadi 89% dan puncak tertinggi terjadi pada 1-19 April, di mana kunjungan ke restoran mencapai 117%.

“Tingginya kesibukan di restoran pada bulan Ramadhan (April 2021) kemungkinan disebabkan oleh banyak masyarakat buka puasa bersama di tempat makan,” jelas Mandiri Institute dalam risetnya, dikutip Indonesia Selasa (4/5/2021).

Selain itu, relaksasi PPKM dan makan di tempat (dine-in) untuk restoran memungkinan restoran beroperasi dalam kapasitas penuh.

Sementara itu, melonjaknya kunjungan restoran pada bulan Ramadhan menimbulkan adanya lima klaster baru di berbagai tempat. Lima klaster baru tersebut, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi yakni perkantoran, klaster buka bersama, klaster tarawih, klaster mudik, dan klaster takziah.

Baca:

India Tak Sendiri, Covid Menyebar Cepat di Negara Ini 22.000%

Munculnya klaster baru ini, disebabkan karena ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti misalnya dalam kasus klaster tarawih di Banyumas, dilaporkan 51 orang tertular Covid-19 usai satu orang jamaah tetap berangkat ke masjid meski sudah positif Covid.

“Kita juga harus tahu kalau dalam kondisi kesehatan yang kurang baik ya sebaiknya tidak atau menunda sampai kita sehat untuk berangkat shalat tarawih,” jelas Nadia dalam konferensi pers Kemenkes, Jumat (30/4/2021).

[Gambas:Video ]

(sef/sef)