Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

AS, Jepang dan Korsel Sepakat Gencet Korut Setop Nuklir

This photo provided by the North Korean government, shows what it says a test fire of newly developed new-type tactical guided projectile by the Academy of Defense Science, at an undisclosed place in  North Korea, Thursday, March 25, 2021. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided Rudal Korea Utara. AP/

Jakarta, Indonesia – Amerika Serikat (AS), Jepang dan Korea Selatan sepakat untuk terus menekan Korea Utara agar menghentikan program nuklir dan rudal balistik. Dikarenakan hal tersebut menjadi persoalan serius bagi dunia.

Demikianlah hasil pertemuan tingkat tinggi di Maryland, AS yang diwakili oleh penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sulivan, kemudian Shigeru Kitamura dan penasihan keamanan nasional Korsel Suh Hoon.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (3/4/2021), ketiga negara juga meminta keterlibatan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar mencegah proliferasi dan memperkuat upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Hal lain yang turut dibahas dalam pertemuan adalah mengenai penanganan Covid 19, perubahan iklim dan mengembalikan demokrasi di Myanmar.

Baca:

Diam-diam Menlu China & Iran Kian Mesra, Sindir Biden?

AS sejatinya terbuka untuk diplomasi dengan Korea Utara. Gedung Putih memungkinkan penawaran konsesi untuk membawa Pyongyang ke meja perundingan, membahas penyerahan senjata nuklirnya. Sayangnya upaya dialog tersebut ditolak oleh Korea Utara.

Joseph Yun, mantan pejabat di era Presiden Barack Obama dan Donald Trump menilai kebijakan soal nuklir sebenarnya sudah jelas.

“Tapi bagaimana melakukan langkah awal agar paling tidak Korut dibujuk untuk tidak melakukan sesuatu yang provokatif. Itulah tantangannya,” katanya.

Dia menyarankan agar Biden menyoroti lebih dalam kesepakatan antara Trump dan Kim dalam pertemuan di Singapura 2018 lalu.

[Gambas:Video ]

(mij/mij)