Sel. Mei 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

AS Mau ‘Buang-buang’ 60 Juta Dosis AstraZeneca, RI Mau?

A nurse assistant prepares a dose of the Oxford-AstraZeneca vaccine for COVID-19 during a priority vaccination program for health workers at a community medical center in Sao Paulo, Brazil, Wednesday, Feb. 3, 2021. (AP Photo/Andre Penner)

Jakarta, CNCB Indonesia – Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan 60 juta dosis vaksin corona (Covid-19) AstraZeneca ke luar negeri. Langkah tersebut diumumkan Gedung Putih di sela tuduhan para kritikus yang menilai Washington sengaja menimbun vaksin yang dikembangkan Inggris tersebut.

“AS akan melepaskan 60 juta dosis Astra Zeneca ke negara lain saat tersedia,” tulis Penasihat Senior Gedung Putih tentang Tanggapan Covid, Andy Slavitt di Twitternya, Senin (26/4/2021).

Baca:

SOS! India Hotspot Corona Asia, Nambah 1,5 Juta Kasus 5 Hari

Sebanyak 10 juta dosis pertama akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Tambahan 50 juta dosis lagi masih dalam tahap produksi dan mungkin selesai Mei atau Juni.

Namun hingga kini, badan obat dan makanan AS, FDA, belum memberikan izin penggunaan vaksin tersebut. Sebelumnya AS juga telah memberikan AstraZeneca ke Kanada dan Meksiko awal bulan ini.

Menurut Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki negara penerima belum diputuskan. Pemerintah AS juga masih merumuskan rencana distribusinya.

Tetapi India tampaknya menjadi pesaing utama. Pasalnya Presiden AS Joe Biden sebelumnya sempat mengadakan panggilan telepon Perdana Menteri India Narendra Modi, menjanjikan dukungan AS untuk memerangi lonjakan Covid.

“Hari ini, saya berbicara dengan Perdana Menteri @narendramodi dan berjanji dukungan penuh Amerika untuk memberikan bantuan darurat dan sumber daya dalam perang melawan Covid-19. India ada di sana untuk kami, dan kami akan berada di sana untuk mereka,” tulis Biden di media sosialnya Twitter.

AS juga menjanjikan memasok oksigen ke Negeri Bollywood. Termasuk bat antiviral remdesivir, alat pelindung diri, tes, dan tim ahli.

AS sendiri hingga kini menggunakan vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson. Langkah ekspor AstraZeneca dilakukan karena pasokan dalam negeri yang cukup dan tak membutuhkan vaksin itu lagi.

Lebih dari 53% orang dewasa di AS sejauh ini telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Permintaan domestik mulai berkurang karena banyak orang sudah divaksin.

Tingkat kasus Covid harian baru di AS juga menurun, di bawah rata-rata tujuh hari 60.000 untuk pertama kalinya dalam sebulan. Sebelumnya AstraZeneca dipermasalahkan banyak negara karena kontroversi penyakit pembekuan darah langka, meski kasusnya terbilang jarang.

Baca:

Obama Teriak Dunia Harus Tolak Junta Militer Myanmar

[Gambas:Video ]

(sef/sef)