Sel. Jul 27th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

AS Mulai Tanpa Masker, Bursa Wall Street Melambung Tinggi

In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta,  Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, berbalik arah pada perdagangan Kamis (13/4/2021), setelah sempat terjadi obral besar-besaran pada perdagangan hari sebelumnya. Penghapusan syarat penggunaan masker, membuat investor optimistis terhadap pemulihan ekonomi.

Centers for Disease Control (CDC) menghapus persyaratan masker untuk orang-orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 secara penuh.  Ini merupakan momen penting, setelah setahun lebih pemerintah AS mesyaratkan masyarakat menggunakan masker di depan umum.

“Jika Anda sudah divaksinasi penuh, Anda dapat mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya Anda hentikan karena pandemi,” kata direktur CDC Rochelle Walensky.

Baca:

Investor ‘Nyerok’ di Bawah, Wall Street Tak Lagi Merah

Tindakan CDC membantu pasar pulih dari kemunduran tengah hari setelah pembukaan yang positif.

Indesk Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,3% ke level 34.021,45. Indeks S&P 500 naik 1,2% ke level 4.112,50 dan  Indeks Komposit Nasdaq naik 0,7% menjadi 13.124,99.

Ketiga indeks ini sempat drop minggu ini karena investor mempertanyakan penilaian ekuitas yang tinggi dan khawatir atas data yang menunjukkan kenaikan inflasi.

Saham yang membukukan keuntungan kuat termasuk banyak perusahaan yang diharapkan mendapat keuntungan dari pembukaan kembali, seperti Live Nation Entertainment, naik 4,3 persen, United Airlines, naik 2,8 persen, dan rantai film AMC Entertainment, naik 23,7 persen.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan 473.000 lamaran baru untuk tunjangan pengangguran yang dibuat pada pekan yang berakhir 8 Mei, lebih sedikit dari yang diharapkan dan 34.000 lebih sedikit dari level revisi naik pekan sebelumnya.

Tetapi inflasi harga grosir di Amerika Serikat melonjak 6,2 persen pada April dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020, rekor tertinggi.

Baca:

Mohon Maaf Lahir-Batin, Wall Street Kayaknya Masih Merah…

[Gambas:Video ]

(hps/hps)