Sen. Mar 8th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

AS Ungkap Efek Samping Vaksin Covid-19, Apa itu?

System Pharmacy Clinical Manager at Hartford HealthCare Colleen Teevan administers the Pfizer-BioNTech vaccine for COVID-19 to a front line worker outside of Hartford Hospital, Monday, Dec. 14, 2020, in Hartford, Conn. (AP Photo/Jessica Hill)

Jakarta, Indonesia – Center for Disease Control and Privention (CDC) pada pekan lalu menerbitkan jurnal yang mencantumkan efek samping vaksin Covid-19 yang paling umum yang diderita warga AS selama vaksinasi.

Amerika Serikat (AS) sendiri melakukan vaksinasi pada warganya dengan menggunakan vaksin Pfizer dan vaksin Moderna. Ada lebih dari 13,7 juta dosis vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan ke warga AS.

Pilihan Redaksi
  • Vaksinasi Tahap 1 Dijalankan, Bagaimana Efektivitasnya?
  • Hore! 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba Akhir Februari
  • WHO Pantau Serius Temuan Kasus Baru Flu Burung di Rusia

Dari data antara 14 Desember hingga 13 Januari 2021, CDC mencatat ada 6.994 laporan efek samping setelah vaksinasi, termasuk 6.345 laporan efek samping “tak serius” dan 640 laporan efek samping “serius”, yang mencakup 113 kematian. Usia rata-rata penerima vaksin 42 tahun dan mayoritas efek samping terjadi pada wanita.

Efek samping yang paling umum terjadi setelah mendapatkan vaksin adalah sakit kepala, kelelahan dan pusing, diikuti dengan menggigil dan mual. CDC mengatakan orang-orang juga melaporkan nyeri otot, demam, nyeri sendi dan nyeri di tempat suntikan.

Untuk vaksin Pfizer, reaksi lebih sering terjadi setelah dosis kedua daripada yang pertama, menurut data v-safe. CDC mengatakan tingkat demam dan menggigil yang dilaporkan empat kali lebih tinggi setelah dosis kedua dibandingkan setelah dosis pertama.

Berikut efek samping yang paling sering dilaporkan warga AS, seperti dikutip dari International, Senin (22/2/2021):

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Panas dingin
  • Mual

Dalam laporan itu terungkap ada 46 laporan anafilaksis, reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam jiwa, dari mereka yang menerima vaksin Pfizer dan 16 kasus untuk mereka yang menerima Moderna.

Pakar medis mengatakan efek samping umum vaksin merupakan indikasi suntikan bekerja sebagaimana mestinya. Banyak dokter menyarankan masyarakat untuk bersiap menghadapi beberapa efek samping yang lebih kuat dari biasanya dari suntikan Covid-19, terutama setelah dosis kedua.

Baik Pfizer dan Moderna telah mengakui bahwa vaksin mereka dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala yang terkait dengan Covid-19 ringan, seperti nyeri otot, menggigil, dan sakit kepala. Meskipun efek sampingnya mungkin tidak menyenangkan, dokter mengatakan vaksin itu aman.

[Gambas:Video ]

(roy/sef)