Sab. Mei 15th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Awas “Adu Jotos”, Kapal Perang AS-China di Laut China Selatan

In this photo provided by U.S. Navy, the USS Ronald Reagan (CVN 76) and USS Nimitz (CVN 68) Carrier Strike Groups steam in formation, in the South China Sea, Monday, July 6, 2020. China on Monday, July 6, accused the U.S. of flexing its military muscles in the South China Sea by conducting joint exercises with two U.S. aircraft carrier groups in the strategic waterway.(Mass Communication Specialist 3rd Class Jason Tarleton/U.S. Navy via AP)

Jakarta, Indonesia – Kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan memasuki wilayah perairan Laut China Selatan (LCS) saat ini. Fakta tersebut membawa kekhawatiran baru akan eskalasi antara kedua negara yang meningkat di wilayah perairan yang disengketakan itu.

Dikutip CNN International, AS dikabarkan telah menerjunkan Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal serbu amfibi USS Makin Island yang melakukan latihan di LCS sejak pekan lalu. Dua kapal perang itu bergabung dengan kapal penjelajah, kapal perusak, dan kapal amfibi yang lebih kecil.

Baca:

Myanmar Ngenes: Bank Kehabisan Uang, ATM Kosong

Kapal-kapal tersebut juga membawa personil lengkap. Ratusan pasukan darat Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-15 serta helikopter pendukung dan jet tempur F-35 masuk dalam tim.

“Kekuatan serangan ekspedisi ini sepenuhnya menunjukkan bahwa kami mempertahankan kekuatan tempur yang dapat dipercaya, yang mampu menanggapi segala kemungkinan, mencegah agresi, dan memberikan keamanan dan stabilitas regional dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” Kapten Angkatan Laut AS Stewart Bateshansky.

Selain itu AS juga berkomitmen untuk menggelar latihan tempur bersama militer Filipina. Negeri Presiden Rodrigo Duterte, beberapa pekan terakhir panas dengan China karena mengeluhkan tingkah laku kapal-kapal nelayan Beijing yang telah melintasi zona sengketa keduanya.

Langkah ini dinilai China sebagai sebuah provokasi. Negeri Xi Jinping, dilaporkan pada hari Minggu (11/4/2021) menugaskan kapal induk pertama negara itu, Liaoning, berlayar ke LCS untuk mengadakan latihan setelah menyelesaikan satu minggu latihan di sekitar Taiwan.

Menurut pakar militer China Wei Dongxu, latihan ini sebagai bentuk tanggapan atas latihan AS yang dianggap sebagai provokasi. Ia menyebut latihan militer China ini diarahkan untuk memperkuat kekuatan pertahanan negara itu.

“Latihan oleh kapal induk China dapat membangun posisi pertahanan maritim yang lebih luas, menjaga wilayah pesisir China, dan menjaga aktivitas militer AS tetap terkendali,” kata Wei.

Penerjunan kapal induk ini melengkapi kekuatan militer China di LCS. Sebelumnya Angkatan Udara China telah memulai serangkaian latihan di LCS sejak 1 April sampai sebulan penuh.

“Latihan militer akan digelar di zona melingkar dengan radius lima kilometer di Laut China Selatan, sebelah barat Semenanjung Leizhou, mulai Kamis hingga akhir April. Masuknya kapal lain dilarang,” demikian bunyi pemberitahuan pembatasan navigasi yang dirilis oleh Administrasi Keselamatan Maritim China di situs webnya akhir Maret lalu.

LCS menjadi sumber konflik baru di kawasan Asia. Langkah China mengklaim 90% wilayah lautan kaya sumber daya alam itu membuatnya bersitegang dengan negara banyak negara Asia Tenggara.

Baca:

Menlu AS Kembali ‘Sentil’ China Soal Covid-19

[Gambas:Video ]

(sef/sef)