Kam. Mei 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Awas Bitcoin, Inggris Siapkan ‘Senjata Pemusnah’ Britcoin

bank of england

Jakarta, Indonesia – Inggris sepertinya bakal luncurkan mata uang digital sendiri. Pembuatan “Britcoin” itu bertujuan untuk menyaingi dan mengatasi beberapa masalah yang timbul dari cryptocurrency lain seperti Bitcoin.

Pada Senin (19/4/2021), Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan kepada Bank of England (BoE) untuk melihat potensi mata uang digital yang didukung bank sentral. Pound versi digital yang didukung BoE memungkinkan bisnis dan konsumen memiliki rekening langsung di bank sehingga meningkatkan peran pemberi pinjaman dalam sistem keuangan.

Baca:

Waspada! Bitcoin Bakal ‘Dikeroyok’ Bank Sentral Dunia

“Kami meluncurkan gugus tugas baru antara Departemen Keuangan dan BoE untuk mengkoordinasikan pekerjaan eksplorasi pada Mata Uang Digital Bank Sentral¬† (CBDC) yang potensial,” kata Sunak dikutip dari Reuters.

Hal senada juga diamini BoE. Namun ditegaskan Pound versi digital tidak akan menggantikan uang tunai fisik atau rekening bank yang ada.

“Pemerintah dan BoE belum membuat keputusan apakah akan memperkenalkan CBDC di Inggris dan akan terlibat secara luas dengan para pemangku kepentingan tentang manfaat, risiko, dan praktik melakukannya,” kata BoE.

Sebelumnya, bank sentral lain juga sedang mempertimbangkan membuat versi digital mata uang mereka sendiri. Tujuan dasarnya memperluas akses ke dana bank sentral yang hanya dapat digunakan oleh bank komersial saat ini.

Ini dapat mempercepat pembayaran dalam dan luar negeri dan mengurangi risiko stabilitas keuangan. China merupakan pelopor untuk meluncurkan CBDC.

Sementara, minggu lalu Bank Sentral Eropa juga mengatakan sedang mempelajari bentuk elektronik uang tunai untuk melengkapi uang kertas dan koin. Tetapi peluncuran ini masih beberapa tahun lagi.

Baca:

Eksklusif! Investasi Aset Kripto, Ngeri-ngeri Sedaaaap?

Sebelumnya Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan bitcoin, cryptocurrency paling terkenal, gagal bertindak sebagai penyimpan nilai yang stabil atau menjadi cara yang efisien untuk melakukan transaksi. Itu membuatnya tidak cocok untuk dijadikan sebagai mata uang dan taruhan berisiko bagi investor.

Bank sentral Inggris juga memandang remeh upaya Facebook untuk mendirikan mata uang digitalnya sendiri. Meski begitu, cryptocurrency kini menjadi primadona yang terus meningkat dari lembaga keuangan arus utama.

Bitcoin bahkan mencapai rekor tertinggi hampir US$ 65.000 pada 14 April. Ini naik sepuluh kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)