Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Baca Dulu 9 Kabar Penting Ini Sebelum Berburu Saham Cuan

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Atmosfer perdagangan di bursa saham domestik hari ini, Selasa (2/2/2021), cenderung positif. Investor tampaknya masih akan melakukan akumulasi beli dan ada peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hijau.

Ada sejumlah kabar yang dihimpung  Indonesia yang bisa dijadikan referensi sebelum memulai perdagangan hari ini. Kabar pasar ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan untuk jual beli saham. 

1. 27 Perusahaan Berencana Melantai di BEI

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diramaikan dengan rencana 27 perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham (intial public offering). 

Ke-27 perusahaan tersebut terdiri dari 4 perusahaan dari sektor Basic Materials, 2 perusahaan dari sektor Industrials, 3 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, 7 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals, 3 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate.

Selanjutnya, 4 perusahaan dari sektor Technology, 1 perusahaan dari sektor Infrastructures, dan 3 perusahaan dari sektor Energy.

Jumlah tersebut praktis akan menambah jumlah emiten di BEI dimana hingga awal Maret ini sebanyak tujuh perusahaan baru telah tercatat di pasar saham dalam negeri.

Selain kabar mengenai rencana IPO ini, terdapat beberapa kabar lainnya yang dapat disimak oleh pelaku pasar sebelum perdagangan hari ini dibuka.

Berikut beberapa kabar pasar yang layak disimak oleh pelaku pasar sebelum perdagangan Selasa (2/3/2020) dibuka.

2. Kebut Vaksin, Bio Farma-KAEF Pepet Sinopharm & Moderna

Perusahaan farmasi PT Bio Farma (Persero) dan anak usahanya PT Kimia Farma Tbk (KAEF) saat ini tengah melakukan penjajakan dengan dua produsen vaksin Covid-19, Sinopharm asal China dan Moderna dari AS. Kedua vaksin ini akan digunakan untuk program vaksinasi Gotong Royong.

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan kedua vaksin ini menggunakan platform yang berbeda. Moderna menggunakan platform mRNA akan didatangkan oleh Bio Farma, sedangkan vaksin Sinopharm menggunakan platform inactivated akan didatangkan oleh Kimia Farma.

Baca:

Degdegan IHSG Mau ke 6.400, Intip Saham Pilihan Hari Ini!

3. Bukan Pieter Tanuri, Ini Dia Penjual BOLA Rp 99 M ke Kaesang

Salah satu pemegang saham emiten klub sepakbola asal Gianyar, Bali United atau PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), Miranda melepas kepemilikan sahamnya.

Dalam dokumen yang disampaikan Miranda di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Miranda melepas sebanyak 300 juta saham BOLA di harga Rp 330 per saham atau setara Rp 99 miliar.

Transaksi tersebut sudah dilakukan pada 16 Februari 2021. “Tujuan transaksi untuk realisasi investasi dengan status kepemilikan langsung,” kata Miranda, dikutip Senin (1/3/2021).

4. Disuntik Sindikasi Utang Rp 5,7 T, Saham CENT Sudah Cuan 192%

Emiten menara Grup Northstar, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari tiga bank senilai Rp 5,7 triliun.

Tiga bank yang memberikan fasilitas pinjaman tersebut yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI), yang diteken pada 24 Februari 2021.

Fasilitas pinjaman tersebut juga akan diberikan kepada empat entitas anak perseroan yakni, PT Centratama Menara Indonesia, PT Mac Sarana Djaya, PT Fastel Sarana Indonesia dan PT Network Quality Indonesia.

Baca:

Berhasil Sentuh 6.300, Pegangan…IHSG Siap Tembus 6.400!

5. Bos Properti Grup Sinarmas: DP Rumah 0% Bakal Kerek Penjualan

Emiten properti Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) merespons positif kebijakan pemerintah yang memberikan relaksasi uang muka (down payment/DP) nol persen bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Keringanan ini diyakini menjadi angin segar bagi emiten properti meningkatkan penjualan yang tahun lalu sempat tertahan akibat pandemi Covid-19.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menyampaikan, adanya kebijakan uang muka 0% untuk pembelian hunian, bahkan pemerintah menghapus pencairan bertahap sehingga pencairan bisa dilakukan sekaligus dari nilai KPR. Kebijakan tersebut sangat membantu bagi calon pembeli maupun pengembang.