Ming. Jun 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Bursa Asia Dibuka Variatif, Nikkei dan Shanghai Melemah

Jakarta, Indonesia – Bursa Asia dibuka beragam mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (30/3/2021), di tengah pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street pada perdagangan Senin (29/3/2021) waktu setempat akibat aksi jual masif di saham perbankan AS.

Tercatat indeks Hang Seng Hong Kong dibuka melesat 0,76%, Straits Times Index (STI) Singapura terapresiasi 0,7%, dan KOSPI Korea Selatan tumbuh 0,17%.

Sedangkan untuk indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis 0,07% dan indeks Shanghai Composite China dibuka terkoreksi 0,17% pada perdagangan hari ini.

Dari rilis data ekonomi di Asia, Penjualan ritel Jepang turun pada Februari. Berdasarkan data dari otoritas setempat (Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang) dan Reuters, penjualan ritel Negeri Matahari Terbit turun sebesar 1,5% pada Februari 2021.

Baca:

Yang Pegang Saham ANTM-INCO-TINS, Waspada Profit Taking!

Namun angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang turun sebesar -2,4%.

Sementara itu, data ketenagakerjaan Jepang menunjukkan tingkat pengangguran Negeri Matahari Terbit tidak mengalami perubahan dari periode Januari 2021, yakni tetap sebesar 2,9%.

Investor di Jepang mengamati saham Nomura yang anjlok pada perdagangan hari ini, setelah saham perusahaan di Amerika Serikat (AS) juga jatuh 16% pada perdagangan Senin (29/3/2021) waktu setempat, setelah perusahaan mendapat kerugian akibat adanya transaksi margin call.

Beralih ke AS, bursa saham New York (Wall Street) kembali melemah pada perdagangan Senin (29/3/2021) waktu setempat, menyusul aksi jual saham perbankan yang dikabarkan terkena margin call.

Hanya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang masih mampu bertahan di zona hijau, yakni ditutup menguat 0,3% ke level 33.171,37.

Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq pada perdagangan kemarin ditutup melemah, di mana indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,08% ke 3.971,17 dan Nasdaq Composite ditutup melemah 0,6% ke 13.059,65.

Aksi jual masif menimpa saham perbankan, di mana saham Credit Suisse terjatuh 11,5%, setelah mengakui terkena forced sell (jual paksa) atas posisinya di short selling (jual kosong).

Saham Nomura juga anjlok 14%. Saham Goldman Sachs anjlok 2,6% dan JPMorgan Chase turun 1,6%, setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melemah tipis.

“Meski beberapa pengelola dana terbelit persoalan ini, kami tak melihat kecelakaan dalam perdagangan itu bakal menekan sistem keuangan secara menyeluruh sehingga memicu gagal bayar pihak lain,” tutur Bespoke Investment Group, dalam laporan riset yang dikutip International.

Di lain sisi, investor global saat ini memantau kemajuan rencana stimulus infrastruktur Presiden AS Joe Biden yang ditambah hingga US$ 3 triliun, dan akan diumumkan detailnya dalam kunjungan kerjanya ke Pittsburgh Rabu (31/3/2021) mendatang.

Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki pada Minggu menyebutkan rencana itu dibagi menjadi dua: pertama, terkait infrastruktur; dan kedua, terkait layanan kesehatan.

Sementara itu, Wall Street bakal libur untuk memperingati Jumat Agung. Pasar memantau data tenaga kerja Maret yang menurut dalam polling Dow Jones berujung pada estimasi 630.000 orang yang mendapat pekerjaan baru, sehingga angka pengangguran surut menjadi 6% dari semula 6,2%.

TIM RISET INDONESIA

Baca:

IHSG Bikin Deg-degan, Cek Saham-saham Potensi Cuan Hari Ini!

[Gambas:Video ]

(chd/chd)